Home / Serambi

Netralitas Swiss Ternyata Bukan Tanpa Alasan. Ini Sejarahnya!

Senjahari.com - 17/04/2020

Netralitas Swiss

Penulis : Dinda Pranata

Mendengar nama negara Swiss membuat kita ingat akan pegungan Alpen yang indah di Eropa. Namun, walau negara ini kecil dan terletak di area pegunungan, ia merupakan salah satu negara netral di Eropa. Negara netral ini tidak hanya stabil secara hubungan diplomatik, juga negara yang stabil pemerintahannya. Lantas, apa alasan yang mendasari negara ini tidak pernah terlihat dalam perang dunia I dan II?

Masa Lalu Swiss yang Berharga

Sejarah awal pendirian Swiss, penduduk Celtic termasuk bangsa Helvetii, penduduk dari dataran Mittelland dan bangsa Rhaetians menduduki wilayah ini. Kemudian Bangsa Romawi menginvasi mereka di tahun 58 SM sehingga kehidupan mereka tidak damai. Tahun 400 M, Bangsa Alemani German mengusir bangsa Romawi ini dan menduduki wilayah barat dari Swiss.

Bangsa Alemani German ini kemudian mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan di Swiss dari bahasa latin hingga penyebaran agama kristen. Kemudian, pada abad ke-6 bangsa Franka menaklukan dan menyatukan wilayah swiss. Sayangnya, kerajaan Charlemagne mengambil alih di tahun 870 dan membagi wilayah Swiss. Sehingga muncul wilayah Swiss dengan bahasa German dan Swiss dengan bahasa Perancis.

Pada tahun 1023, Kekaisaran Romawi kembali mengambil alih wilayah ini, namun membiarkannya berkembang dengan keluarga-keluarga bangsawan lokal yang memimpin seperti Keluarga Savoy,  dan Keluarga Zähringen. Saat pemimpin Romawi yaitu Kaisar Rudoplh I menerapkan pajak yang tinggi dan administatif yang ketat, banyak rakyat Swiss membenci rezim ini. Rakyat yang membenci rezim Romawi lantas meminta para pimpinan lokal untuk memberikan kemerdekaan.

Tapi Swiss tidak mendapatkan kemerdekaan sepenuhnya, karena mereka hanya bisa menandatangani perjanjian perjanjian di kota Schwy untuk membentuk Confederasi Helvetica. Walau sudah terbentuk konfederasi itu, masih ada yang mencoba menyerang pertahanan Swiss salah satunya Raja Leopold I dari Austria yang mana pada penyerangan ini kemenangan berada di tangan Swiss dan membuat banyak kelompok lain bergabung dengan tentara Swiss yang berlangsung selama 200 tahun.

Sikap Netralitas yang Datang dari Kekalahan

Sikap Netral Swiss
Ilustrasi Netralitas Swiss

Sikap netral Swiss untuk tidak memihak dan mengikuti pandangan politik manapun berawal ketika pihak Swiss mengalami kekalahan atas perang dengan Perancis. Saat itu Swiss berpihak pada Napoleon Bonaparte dalam pertempuran Marignano tahun 1515 dan mengalami kekalahan. Sejak saat itu, Swiss menghindari sikap ingin mengekspansi dan lebih mengarahkan negaranya ke pertahanan internal demi menghindari konflik.

Sikap yang ia ambil ini lantas membuatnya Swiss mendapat serangan dari pasukan Napoleon dari segala arah. Akibat serangan yang bertubi-tubi itu, membuatnya mengkompromikan netralitasnya di tahun 1798. Akibat kekalahan Napoleon pada perang di Waterloo justru menguntungkan pihaknya yang mana justru bisa menjaga kestabilan antara Perancis dan Austri. Selama Kongres Wina tahun 1815, mereka menandatangani deklarasi yang menegaskan “netralitas abadi” Swiss dalam komunitas internasional.

Swiss mempertahankan konsistensi sikap netralnya pada perang dunia I, ketika mengerahkan tentaranya dan menerima pengungsi namun tetap tidak memihak militer manapun. Tahun 1920, Liga Bangsa-Bangsa nama awal PBB yang baru dibentuk resmi mengakui netralitas Swiss dan membangun markas besarnya di Genewa. Tantangan besar untuk tetap menjaga netralitas Swiss justru pada perang dunia II, negara itu menemukan dirinya dikelilingi oleh kekuatan Poros. Walau begitu ia tetap mempertahankan netralitas untuk tetap berdagang dengan Nazi dan menerima pengungsi dari perang dunia II.

Pada perang dunia I dan II, Swiss mengambil bagian lebih aktif pada urusan Internasional yang bersifat kemanusiaan dan kesehatan. Pihak Swiss juga tidak bergabung dengan NATO atau Uni Eropa dan hanya bergabung pada PBB tahun 2002. Jadi sudah tahu kan alasan Swiss tidak pernah bergabung perang dan alasan mengapa markas perdamaian dan palang merah ada disana.

Source:
lonelyplanet.com
history.com
time.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment