Home / Gerbang

Rumah Tradisi-Burn’s Night: Acara Makan Malam Sambil Berpuisi Di Skotlandia. Receh Tapi Unik!

Senjahari.com - 10/07/2020

Tradisi Burn's Night

Penulis : Dinda Pranata

Negara Skotlandia ini memang memiliki banyak keunikan unik tidak hanya dari cara berpakaian, tapi juga tradisi yang sebenarnya hampir jauh berbeda dengan negara tetangganya yaitu Inggris. Kekayaan bahasa, musik hingga tradisinya membuat budaya skotish ini banyak menginspirasi pembuat film-film Hollywood. Selain itu, ada sebuah tradisi bernama burn’s night atau burn’s supper yang unik. Apa itu Burn’s Night dan Bagaimana tradisi ini?

Tradisi Untuk Mengenal Sastrawan Skotlandia

Burn's Night
Ilustrasi Burn’s Night

Tradisi burn’s night ini merupakan tradisi untuk mengenal seorang sastrawan atau penyair asal Skotlandia yang bernama Robert Burns. Robert Burn sendiri lahir di Ayrshire 25 Januari 1756. Penyair ini sudah melahirkan banyak karya sastra berupa puisi, syair hingga lagu-lagu sebanyak 550 buah sebelum kematiannya di tahun 1796.

Puisi, hingga lagu milik Robert Burns ini rata-rata mengomentari dunia sosial dan politik dengan gaya bahasa yang cerdik. Selian itu sastrawan ini juga menuliskan lagu nasional skotlandia yang berjudul Auld Lang Syne, sehingga menjadikannya sebagai seorang sastrawan hebat pada masa abad pertengahan hingga saat ini. Banyak negara yang menyanyikan dan mendengarkan Lagu Auld Lang Syne ini ketika tahun baru tiba.

Kehidupannya tidak berjalan mulus, walau ia seorang sastrawan kehidupan pribadi yang berantakan serta keadaan ekonomi yang tidak stabil justru mempengaruhi kesehatannya dan meninggal pada usia 37 tahun. Ketika ia meninggal, di setiap tanggal 25 Januari sebagai penghormatan atas jasa dan karya-karyanya, warga skotlandia menggelar acara tradisi Burn’s night ini.

Baca juga: Upacara Kedewasaan Di Bali dan Di Jepang yang Berbeda Tujuan

Tradisi Membaca Puisi Dan Menu Khas!

Melakukan tradisi ini biasanya sambil berkumpul dengan anggota keluarga atau perjamuan besar. Jika dalam perjamuan besar ada tata cara mulai dari penyambutan tamu dengan peniup terompet atau piper khas dari skotlandia yang berbaris, selain itu ada sambutan dari penyelenggara, kemudian makan malam dengan menu khas yaitu haggis. Haggis merupakan makanan khas dalam acara ini karena penyair pernah menuliskannya dalam karyanya sehingga menu ini menjadi pilihan sebagai menu utama.

Kita tentu asing dengan makanan yang bernama Haggis ini. Makanan ini terbuat dari jantung, hati, dan paru-paru domba, yang dicincang dengan bawang, oatmeal, suet, kaldu, dan rempah-rempah . Setelah bahan ini dicincang kemudian dimasukkan ke dalam perut sapi, domba atau babi sebelum dimasak. Bagi yang vegetarian mereka juga menyajikan variasi menu haggis dalam bentuk yang bisa dikonsumsi oleh para tamu vegetarian. Para hadairin biasanya mengkonsumsi Haggis dengan lobak dan kentang tumbuk dengan camuran sedikit whiskey.

Dalam tradisi ini ada banyak menghadikan hiburan berupa tarian dan pertunjukan musik khas Skotlandia. Para tamu dan hadirin bisa membacakan karya-karya Robert burn ini serta memberikan tanggapan. Selain itu, lagu auld lang syne juga berkumandang pada acara ini. Arti lagu ini mengisyaratkan sebuah akhir dan awal yang baru.

Tradisi ini sangat menarik ya teman-teman yang mana sebuah sastra bisa mendapat apresiasi begitu besar dan tidak hanya menilainya sebagai sebuah teks belaka. Adakah dari kalian pernah berpartisipasi dalam tradisi ini atau tahu tentang tradisi ini?

Source:
bbc.co.uk
independent.co.uk
scotland.org
bbcgoodfood.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment