Home / Jendela

Bunion Plague-Korban Mode Abad Pertengahan. Memang Ada? Ini Temuannya!

Senjahari.com - 16/06/2021

Bunion Plague

Penulis : Dinda Pranata

Siapa sangka korban mode tidak hanya terjadi pada mereka yang hidup di era modern. Seperti contoh korban mode kecantikan dari operasi plastik atau yang paling ringan korban mode dari salah kostum di sebuah acara. Sebuah studi penelitian para arkeolog di Inggris dan Skotlandia menjelaskan bahwa korban mode pun terjadi di abad pertengahan dan sebagian besar mereka yang ada di kelas atas yang mereka asumsikan bernama bunion plague. Apa yang terjadi pada mereka dan mengapa bisa?

Korban Mode Akibat Sepatu!

Sebuah penggalian yang dilakukan oleh para arkeolog menemukan sisa tulang dari orang-orang yang hidup pada abad ke 14 sampai abad ke 16. Dari tulang yang diteliti tersebut sebagian besar memiliki bunion atau tulang yang menonjol pada bagian ibu jari kaki. Berdasarkan pada tulisan di International Journal of Paleopathology, tim peneliti melaporkan sebab bunion atau Hallux Valgus yang ada pada tulang kerangka manusia akibat dari sepatu dengan ujung yang memanjang di Cambridge abad pertengahan akhir.

Hallux valgus sendiri merupakan benjolan yang ada pada sisi jempol kaki. Benjolan yang muncul ini seiring berjalannya waktu akan menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada kaki. Beberapa orang secara genetik bisa memiliki bunion ini, tetapi sebagian besar terjadi pada mereka yang mengenakan sepatu bot atau sepatu yang ujungnya menyempit. Penelitian yang dilakukan oleh Dittmar, Mitchell dan rekan-rekannya di situs pemakamam wilayah cambridge dan sekitarnya menemukan enam persen dari mereka yang hidup pada abad ke 11 dan 13 memiliki bunion di kakinya. Sedangkan 27 persen orang dari abad ke 14 dan 15 memiliki bunion.

Berdasarkan penelitian itu, para peneliti kemudian mencari penyebabnya dan memperkirakan penyebabnya berasal dari tren sepatu poulain pada abad ke 14. Beberapa sumber memperkirakan tren sepatu ini muncul pertama kali di Istana Krakow Polandia tahun 1340. Sepatu ini memiliki alas kaki dari kulit, beludru, sutra, logam dan bulu halus. Agar bagian runcing sepatu tetap tegak, pembuat sepatu biasanya mengisinya dengan lumut, wol, rambut atau tulang ikan paus.

Sepatu Untuk Kaum Sultan.

Bangsa Eropa sebenarnya sudah lama bereksplorasi tentang dunia mode entah pakaian, topi, aksesoris, rambut hingga sepatu. Bahkan eksplorasi tentang sepatu kurang lebih sejak tahun 1200-an. Di antara banyak mode seperti salah datu yang paling aneh yaitu sepatu poulaine yang muncul di Krakow Polandia tahun 1340-an.

Baca juga: Metode Pengobatan Jaman Dulu Itu Seperti Apa Ya ? Ini Kisahnya !

Sepatu jenis ini tidak hanya sebagai status tetapi juga ajang untuk pamer dari kaum bangsawan. Semakin panjang ujung sepatu maka semakin mahal harganya. Tidak hanya itu, ujung sepatu yang panjang juga menyulitkan pemakainya untuk berkatifitas sehingga orang yang banyak bekerja menggunakan fisik jarang menggunkan sepatu ini. Tak heran orang yang benar-benar kaya, flamboyan, royal dan memiliki banyak waktu luang yang banyak memakainya.

Namun pada tahun 1463, pemerintah Inggris masa itu melarang menggunakan sepatu jenis ini. Larangan ini muncul setelah adanya anggapan sepatu jenis ini lebih dianggap maskulin dan tidak senonoh. Pemerintah akhirnya mengeluarkan undang-undang untuk membatasi panjang dari sepatu ini maksimal dua inci. Para ahli sejarah menilai sejarah tren sepatu ini merupakan yang paling aneh dan langka, karena pada saat itu masyarakat menganggap fashion pria lebih serius daripada fashion wanita.

Source:
atlasobcura.com
smithsonianmag.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment