Home / Koridor

Alasan Bidan Tidak Bisa Melakukan Operasi Caesar. Ini Penjelasannya!

Senjahari.com - 24/06/2021

Bidan

Penulis : Dinda Pranata

Bidan yang kita tahu adalah profesi yang tugasnya membantu wanita untuk melahirkan. Kita bisa menemukan ibu bidan ini di puskesmas, klinik dan fasilitas kesehatan lain. Tak sedikit ibu hamil yang menggunakan jasa profesi ini?

Sejarah Bidan Di Dunia Dan Ilmu Sihir?

Sejarah llmu kebidanan sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan di dunia sendiri tercatat bahwa ilmu kebidanan sudah ada berabad-abad yang lalu dan merupakan metode paling lama dari ilmu persalinan. Pasang surut status wanita yang membantu persalinan ini pada masa abad awal terjadi sangat signifikan karena wanita dengan profesi sering bersentuhan dengan cairan vaginal saat membantu persalinan sehingga statusnya berada pada kasta terbawah dan dianggap berkaitan dengan ilmu sihir. Namun pada abad ke 15 di Prancis mengeluarkan undang-undang yang melarang praktik sihir dan berfokus pada praktik-praktik kebidanan.

Banyak udang-undang yang berusaha melembagakan dan mengesahkan ilmu kebidanan sebagai ilmu terapan. Beberapa undang-undang pertama kali diterapkan di London pada abad ke 17 oleh gereja Inggris dan memberikan lisensi pada praktek-praktek untuk profesi ini yang ada di sana. Pada awal abad ke 20an pemberian lisensi untuk profesi ini?

Ilmu Kebidanan Indonesia Dan Penjajahan Belanda.

Di Indonesia sebenarnya ilmu kebidanan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, namun ilmu kebidanan sendiri saat itu masih diperuntukkan bagi kalangan-kalangan kelas atas dan masih belum merata. Pada tahun 1851, Seorang dokter militer Belanda Dr. W. Bosch membuka pendidikan bidan di Batavia sayangnya pendidikan ini tidak berlangsung lama karena larangan wanita untuk keluar rumah. 

Tahun 1902 Rumah Sakit Militer di Batavia membuka kembali pendidikan kebidanan dan di Makassar pada tahun 1904. Tahun 1911 atau 1912 CBZ sekarang RSUP Semarang dan Batavia membuka pendidikan kebidanan bagi pria untuk lulusan HIS (setara dengan SD) selama empat tahun yang kemudian terbuka juga untuk wanita. Lambat laun ilmu kebidanan semakin berkembang sampai berdirinya Ikatan Bidan Indonesia pada tanggal 24 Juni 1951 hingga sekarang.

Bidan Dan Dokter Kandungan Serupa Tapi Tak Sama.

Bidan dan dokter kandungan sama-sama menangani ibu hamil dan sama-sama ahli dalam membantu persalinan. Walau memiliki banyak kesamaan tersebut, bidan dan dokter memiliki perbedaan yang sangat mencolok . Perbedaan itu antaranya memberikan bantuan persalinan secara normal atau tanpa indikasi operasi,. Berbeda dengan dokter kandungan membantu proses persalinan secara operasi atau penanganan medis yang memerlukan pembedahan. Lalu apakah bidan tidak bisa meresepkan obat atau melakukan persalinan secara operasi?

Berdasarkan ruang lingkup kebidanan, profesi inibertanggung jawab atas edukasi tentang pra kehamilan, paska kehamilan, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak. Selain itu ilmu kebidanan juga perlu memperhatikan aspek sosial dan individu dari ibu hamil tersebut. Kompetensi profesi ini selain memberikan penyuluhan dan edukasi tentang kehamilan, mereka juga membantu menangani persalinan secara normal atau tidak terdapat indikasi tindakan medis. Jika terdapat indikasi tindakan medis atau penanganan yang membutuhkan obat tertentu, maka bidan harus berkonsultasi atau merujukkan pasien dengan dokter kandungan.

Ruang lingkup kerja bidan dan dokter kandungan memang berbeda. Perbedaan ini terjadi karena jenjang pendidikan yang dokter dan bidan lalui juga sama berbedanya. Bidan yang memulai pendidikannya di sekolah kebidanan yang memiliki fokus spesifik pada ilmu kehamilan dan edukasi sosial serta psikologis prenatal dan juga pranatal Berbeda halnya dengan ilmu kedokteran yang fokus pada ilmu medis dan penyembuhan penyakit. Selain itu profesi ini bisa melengkapi layanan kesehatan untuk ibu hamil karena dokter kandungan hanya dapat dijumpai klinik atau rumah sakit.

Walaupun bidan dan dokter kandungan bisa berkolaborasi satu sama lain. Namun banyak dilema yang terjadi dalam bidang kebidanan sendiri dan dilema tersebut masih belum terpecahkan. Bagaimana menurut kalian? Kalau bermanfaat kalian bisa share artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment