Home / TanyaKenapa

Tanya Kenapa-Air Dan Minyak Tidak Menyatu? Ini Penjelasannya!

Senjahari.com - 01/07/2021

Air dan minyak
Tanya Kenapa-Air Dan Minyak Tidak Menyatu? Ini Penjelasannya!.

Penulis : Editor

“hubunganmu dengannya bagai minyak dan air.” Ungkapan yang sering kita dengar ketika ingin mengatakan bahwa hubungan dua orang tidak akur. Air dan minyak memang secara alami memiliki sifat dan bawaan yang berbeda, itu tidak ubahnya seperti manusia ya. Tapi tanya kenapa hubungan air dan minyak tidak bisa menyatu? Apakah tidak ada yang bisa membuatnya menyatu? 

Si Air Dan Sifatnya.

Air merupakan komponen kehidupan yang sangat penting. Di bumi sendiri hampir 71% permukaannya terdiri dari perairan. Kita bisa menemukan air di sungai, sumur, danau, lautan dan bahkan dalam awan atau lapisan es. Seperti yang kita tahu bahwa air tidak berwarna dan bisa bertindak sebagai penghantar listrik selain logam. Komposisi air terdiri dari satu atom oksigen dan dua atom hidrogen atau yang biasa kita sebut H2O. Komposisinya yang tergolong sederhana ini membuat molekul air bersifat polar dan memiliki distribusi yang tidak sama pada seluruh molekul air.

Mengapa molekul air tidak merata? Air memiliki sebagian muatan negatif pada atom oksigen dan sebagian lagi muatan positif pada atom hidrogennya. Molekul air ini kemudian membentuk gaya tarik menarik karena masing-masing atom memiliki muatan. Akibatnya molekul dalam air ini saling berdekatan dan sulit dipisahkan sehingga membentuk ikatan hidrogen yang membuat air bisa menjadi media penghantar listrik.

Si Minyak Dan Sifatnya.

Apa yang kalian bayangkan jika melihat minyak goreng saat ibu memasak? Sesuatu yang berwarna kuning, licin dan mudah terbakar. Iya begitulah si minyak. Di industri ia bermanfaat sebagai bahan bakar, atau pelumas yang menggerakkan benda. Minyak sendiri berasal dari dalam perut bumi, tumbuhan atau hewan dan minyak pun bisa dibuat oleh manusia yang disebut minyak sintesis. 

Kandungan senyawa minyak sangat beragam dan lebih kompleks daripada kandungan pada air. Contohnya gliserida seperti minyak masak, sayur, ikan atau bahan baku industri. Senyawa minyak memiliki sifat yang non-polar dan bertolak belakang dari air yang bersifat polar. Sifat non-polar ini menyebabkan minyak memiliki sifat kurang padat daripada air.

Baca juga: TanyaKenapa-Kita Merasa Gatal?

Mereka Bisa ‘Dipaksa’ Bersatu.

Air dan minyak memiliki sifat senyawa yang berbeda. Air dengan sifat polarnya akan lebih mudah menyatu dengan senyawa yang memiliki sifat serupa seperti gula dan garam. Sedangkan minyak yang memiliki sifat non-polar akan mampu bersatu dengan yang senyawa sesama non polar juga. Kedua sifat yang berbeda tersebut membuatnya saling menjauh ketika bercampur. Selain itu molekul air memiliki massa yang lebih berat dibandingkan dengan minyak yang massanya lebih ringan sehingga ia akan mengapung di atas air.

Namun bagaimanapun minyak dan air dapat bercampur dengan menggunakan senyawa bantuan. Yang ibaratnya seperti ehem ‘mak comblang’. Senyawa bantuan ini biasa disebut pengemulsi yaitu deterjen dan bahkan kuning telur. Molekul pengemulsi memiliki dua tipe ujung yang mana hidrofilik dan hidrofobik. Karena memiliki molekul senyawa gabungan inilah emulator dapat menyatukan keduanya yang saling terpisah. 

Source:
thought.co
scientificamerica.com

KOTAK POS