Home / Jendela / Sponsored

Donat Kudapan Yang Umurnya Ribuan Tahun. Serius?

Senjahari.com - 18/07/2021

Donat

Penulis : Dinda Pranata

Donat merupakan makanan sejuta umat bagi benyak orang, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia. Si bulat manis ini memiliki bentuk yang unik berbentuk bulat dengan lubang di tengahnya. Tapi dahulu sebelum memiliki nama donat nama kue ini justru ‘kue minyak’ dari tempat berkembangnya karena orang yang membuat menggunakan banyak minyak goreng. Eh, tapi darimana sih donat itu dan mengapa bisa lubang pada bagian tengah?

Asal Usul Yang Abu-Abu.

Siapa sangka asal usul donat ini ternyata masih abu-abu dan banyak diperdebatkan orang. Hal ini serupa dengan asal usul cabai yang para arkeologi perdebatkan darimana asalnya. Menurut Heather Delancey Hunwick dalam buku Doughnut A Global History menjelaskan bahwa asal usul si bulat tidak bisa lepas dari sejarah makanan manis pada 8.000 SM dan asal usul inovasi roti ragi pipih pada masa bangsa Mesir pada tahun 4.000 SM. Makanan manis dan roti kemudian berinovasi dan berubah dari masa ke masa. Walau begitu perdebatan masih terus berlanjut di antara para ahli sejarah.

Beberapa versi mengatakana bahwa si bundar manis sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Orang Yunani dan Romawi kuno menggoreng adonan kue dan kemudian melapisinya dengan gula agar manis. Beberapa lagi mengatakan bahwa kue ini berasal dari suku-suku Jerman kuno pada abad pertengahan yang memakan kue dengan bentuk bola yang mereka goreng sebagai sajian di winter solstice atau titik balik matahari. Namun dari semua asal usul tersebut, cerita yang paling terkenal justru mengatakan bahwa donat berasal dari Belanda dengan nama Olykoek.

Donat Amerika Mendunia

Sebelum donat memiliki lubang pada bagian tengahnya, donat masih berbentuk bulat. Para arkeolog menemukan sisa bukti dari adanya makanan ini dan memberikan hipotesis bahwa kudapan bulat ini berasal dari makanan Belanda bernama Olykoeks dari New Amsterdam yang sekarang bernama kota Mannhattan. Makanan ini datang bersama dengan imigran Belanda yang tinggal di kota tersebut. Di Belanda sendiri Olykoeks sejenis roti berbentuk bulat yang digoreng dengan banyak minyak.

Berdasarkan laman smithsonian pada pertengahan abad ke 19, Ibu dari seorang pelaut Mrs. Elizabeth Gregory sedang menyiapkan bekal untuk pelayaran anaknya Hanson Gregory. Ibunya membuatkan kue bulat dengan isian kacang hazelnut dan perasan lemon agar anaknya bisa bertahan di pelayaran yang lama dan ia bisa terhindar dari penyakit scurvy. Kue bulat dengan isian kacang ini lah yang menginspirasi kata doughnut dan kemudian berubah menjadi donat. Bagaimana dengan lubang di tengahnya? Spekulasi terus bermunculan dan yang masuk akal adalah agar bagian tengahnya matang sempurna ketika digoreng.

Baca juga: Konten Marketing, Strategi Baru Menghadapi Krisis. Kok Bisa?

Si bundar manis melewati masa demi masa termasuk Perang Dunia I, donat salah satu makanan yang diberikan kepada tentara oleh sukarelawan wanita untuk mereka bagi kepada sesama tentara di garis depan. Tahun 1930an mesin donat tercipta sehingga orang-orang bisa berinovasi dengan bentuk yang bervariasi. Bagaimana dengan masuknya kue bundar ini di Indonesia?

Si Bulat Manis Dan Nilai Ekonominya.

Ilustrasi donat ikiwa
Ilustrasi donat. Design by canva.com

Pada tahun 1930an saja kue berbentuk bulat nan manis ini sudah memiliki nilai ekonomis. Di Indonesia sendiri bisnis si bundari ini setidaknya ada di tahun 1968 saat American Donut muncul pada acara Djakarta Fair/Pekan Raya Jakarta dan pada tahun 1985 Dunkin Donut membuka gerai pertama di Jakarta. Bisnis kue ini pun semakin meluas dan tak sedikit industri rumahan yang berinovasi di pembuatan kue bulat ini.

Salah satunya adalah Ikiawa.id, Industri rumahan yang membuka usaha donat yang berlokasi di Lamongan. Bisnis ini dibuka sejak September 2020 dengan pangsa pasar pecinta si bulat manis ini. Walau terbilang baru namun usaha ini sudah banyak menawarkan beberapa pilihan varian rasa seperti rasa original, greentea, coklat, tiramisu, mangga, dan lainnya sehingga peminatnya cukup banyak. Selain variasi isian kue bundar ini yang beraneka ragam, rentang harganya juga nyaman di kantong berkisar antara Rp 15.000-Rp 20.000/box tergantung pilihan rasa. Donat ikiawa.id tidak hanya bulat tetapi memiliki isi yang padat serta tekstur yang empuk seperti bantal. Konsumen bisa melihat testimoni para pembeli lain di instagram yang puas dengan donat dari industri rumahan ini. Tidak hanya donat original, varian donat bomboloni dan banana bread juga tersedia di sini.

Metode pemesanan di toko ini minimal satu hari sebelumnya maksimal pukul 9 malam, jadi kalian esoknya mendapatkan donat yang masih fresh from the oven. Ikiawa.id juga melayani pemesanan jauh-jauh hari dengan save the date misal kalian memesan donat untuk acara tertentu seperti ulang tahun, selamatan atau acara khusus lain. Pengiriman dari toko ini bisa menggunakan ojek online seperti grab atau gojek dan bagi konsumen yang ingin mengambil sendiri di toko pun bisa. Karena ini industri rumahan, untuk pengambilan sendiri kalian bisa janjian dengan pemilik toko ya.

Transformasi donat dari masa ke masa memang banyak perubahan dari yang sekedar bekal sederhana sekarang bisa memiliki nilai ekonomi. Donat pun pada akhirnya bisa membantu perekonomian sebagian orang sebagai industri rumahan. Kalian pecinta donat di Lamongan yakin tidak mau coba yang satu ini?

Source:
Hunwick,Heather Delancey. 2016. Doughnut: A Global History, London: Reaktion Book, Ltd
smithsonianmag.com
kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment