Home / TanyaKenapa

Tanya Kenapa-Manusia Tidak Memiliki Bulu Di Seluruh Tubuh?

Senjahari.com - 20/07/2021

Manusia Berevolusi
Tanya Kenapa-Manusia Tidak Memiliki Bulu Di Seluruh Tubuh?.

Penulis : Editor

Menurut teori seleksi alam milik Charles darwin menyatakan bahwa hewan dan tumbuhan berasal dari spesies yang sama dan kemudian mengalami perubahan akibat seleksi alam. Manusia sendiri mengalami evolusi yang sangat mencolok, bukti nyatanya adalah rambut. Jika melihat nenek moyang kita Homo erectus, kita akan menyadari bahwa di tubuh kita sudah tidak terlihat bulu lebat di seluruh tubuh seperti milik nenek moyang terdahulu. Tanya Kenapa sih manusia sekarang tidak memiliki bulu rambut di seluruh tubuh?

Teori- Teori Yang Memungkinkan.

Pada tahun 2007, laman Scientific America menguraikan alasan dibalik hilangnya sebagian besar bulu rambut pada manusia. Teori pertama menyatakan nenek moyang kita memiliki gaya hidup semi-akuatik yang mencari makan di perairan dangkal dan bulu rambut tidak bisa bertahan dalam air, sehingga bulu manusia semakin sedikit. Teori kedua menyatakan bahwa manusia kehilangan bulu untuk mengontrol suhu tubuh ketika hidup di lingkungan panas dan terhindar dari kutu serta penyakit.

Di tahun 2018 sebuah jurnal biologi mengeluarkan teori mengapa manusia kehilangan bulu di tubuhnya karena adanya protein penghambat rambut bernama Dickkopf 2 atau Dkk2. Sekelompok peneliti mengamati tikus dan kelinci pada penelitian mereka. Hasilnya menunjukkan pahwa platar tikus yang tidak berbulu memiliki protein Dkk2 yang tinggi, sehingga platar tikus tidak terdapat bulu. Berbeda halnya dengan kelinci yang memiliki tingkat dkk2 rendah yang mana membuat pergelangan kakinya dapat tumbuh bulu.

Apa Hubungan Protein DKK2 Dengan Manusia?

Manusia dan Penelitian
Ilustrasi penelitian protein dkk/ credit by canva.com

Protein DKK terdapat banyak jenis dan makhluk yang memiliki ini kebanyakan jenis inveterbrata atau bertulang belakang. Protein jenis ini termasuk dalam keluarga Dickkopf family, dan jenisnya bisa beragam dari DKK1,2,3 dan 4. Kelompok protein ini memiliki kegunaan bagi makhluk bertulang belakang untuk tumbuh. Hal ini pun terdapat dalam jurnal nature yang menggunakan subyek penelitian berupa seekor tikus. Hasilnya adalah protein jenis ini memiliki fungsi utama untuk mengontrol sel dalam tubuh veterbrata.

Manusia sendiri tergolong makhluk bertulang belakang dan dalam tubuhnya memiliki protein DKK yang bernama DKK2. Protein DKK2 dalam tubuh manusia membentuk penghambat alami yang dapat menghambat WNT (semacam reseptor) sehingga bulu/rambut tidak tumbuh dengan lebat. Menurut para peneliti di School of Medicine, University of Pennsylvania menyatakan bahwa hewan yang berevolusi memproduksi DKK2 di bagian tubuhnya mampu bertahan hidup. Menurut para peneliti WNT tetap ada di seluruh tubuh tetapi terhambat oleh protein DKK2.

Baca juga: Tanya Kenapa-Gunung Merapi Bisa Meletus? Ternyata Ini Sebabnya!

Para Ahli yang terlibat dalam penelitian tersebut berharap bahwa temuan tersebut bisa membawa penelitian lanjutan. Menurutnya penelitian lanjutan dari protein ini bisa membantu mengembangkan pengobatan terhadap bagian tubuh yang produksi rambutnya terhenti seperti akibat kemoterapi kanker, luka bakar dan lainnya.

Dengan kata lain manusia sudah berevolusi dengan banyak menghasilkan protein ini daripada nenek moyang yang terdahulu. Penelitian terbaru menyatakan bahwa manusia tidak memiliki rambut lebat akibat adanya protein penghambat bernama DKK2 juga masih dalam tahap penelitian lanjutan.

jika artikel ini bermanfaat, kalian bisa share artikel ini dan membantu kami berkembang.

Source:
kompas.com
nature.com

KOTAK POS