Home / TanyaKenapa

Tanya Kenapa-Ada Orang Yang Kidal? Sebuah Tantangan Penelitian!

Senjahari.com - 27/07/2021

Tanya Kenapa-Ada Orang Yang Kidal? Sebuah Tantangan Penelitian!.

Penulis : Editor

Kidal dianggap sebagai sesuatu yang tidak lazim di masyarakat Indonesia bahkan dunia. Orang yang menggunakan tangan kiri mudah tersisihkan dari masyarakat, padahal berdasarkan penelitian orang yang menggunakan tangan kiri bisa saja banyak pengaruhnya seperti gen, lingkungan atau budaya masyarakat. Persepsi tangan kanan lebih baik daripada tangan kiri pun masih belum jelas walau melihat sejarahnya. Beberapa ahli sejarah menduga hal itu karena adanya mitos yang berkembang di masyarakat sebelum mengenal ilmu pengetahuan. Lantas tanya kenapa orang bisa kidal dari sisi neuroscience?

Mitos Si Tangan Kanan Dan Kiri.

Orang yang hidup dengan tangan kidal sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu seperti filsuf aristoteles, seniman Leonardo Da Vinci, bahkan Napoleon Bonaparte. Tetapi walau beberapa di antaranya pengguna tangan kiri, nyatanya mitos tentang penggunaan tangan kiri serta stigma bagi yang kidal masih ada. Dalam laman times menjelaskan bahwa setidaknya pada abad pertengahan banyak anggapan orang yang kidal merupakan pengikut setan atau yang mempraktikan ilmu sihir. Tidak hanya anggapan mempraktikkan ilmu sihir, tahun 1998 Stanley Coren dan Diane Halpern mempublikasi sebuah penelitian penelitian yang mengaitkan orang kidal dan masa hidup yang singkat.

Selain mitos buruk, orang yang menggunakan tangan kiri juga memiliki mitos yang baik. Beberapa peneliti mengaitkan penggunaan tangan dengan belahan otak kanan dan kiri, penelitian tahun 1980an mengatakan bahwa orang kidal lebih kreatif karena mereka kebanyakan menggunakan otak kanan yang mana pemahaman ini juga tidak benar. Namun para peneliti sekarang banyak yang membantah hasil yang mengaitkan kidal dengan jenis kelamin, kemampuan otak kanan dan kiri atau lama tidaknya usia mereka.

Kidal Fenomenanya Selalu Menarik Perhatian Peneliti.

KIdal dan Otak
Ilustrasi kidal dan fungsi otak/ Credit by canva.com

Penggunaan tangan kiri atau orang kidal selalu menjadi perhatian para ahli yang bekerja di bidang syaraf dan otak. Berdasarkan laman smithsonian magazine penelitian dari sekelompok peneliti menghasilkan hipotesis bahwa ada kecenderungan otak bersifat asimetri yang menghasilkan gerak tubuh manusia menjadi tidak sama. Hal ini membuat seseorang cenderung menggunakan tangan kiri atau tangan kanan dan kecenderungan ini pun terbentuk karena adanya gen bawaan. Penelitian ini pun pernah mereka uji pada simpanse dan tikus yang hasilnya menunjukkan pembagian otak pada hewan penelitian sekitar 50:50. Namun penelitian ini pun belum bisa menyimpulkan secara pasti apakah itu menjadi penyebab orang kidal.

Sebuah jurnal yang berjudul Half a century of handedness research: Myths, truths; fictions, facts; backwards, but mostly forwards tahun 2019 sudah bayak penelitian yang dilakukan selama setengah abad dengan hasil yang berbeda seperti usia, jenis kelamin, pembagian otak dan lainnya namun sampai sekarang banyak kendala yang terjadi sehingga tidak menghasilkan jawaban yang pasti. Salah satunya kendala adalah keterbatasan orang kidal dalam populasi yang lebih sedikit daripada dengan mereka yang menggunakan tangan kanan. Hal itu lah yang menjadikan penelitian ini menantang untuk dipecahkan. Dari sisi neuroscience sendiri fenomena ini masih menjadi missteri dan belum terpecahkan walau banyak penelitian yang menghasilkan data. Walau begitu di dunia barat sebagian besar masyarakatnya sudah bisa menerima orang kidal. Lalu bagaimana di Indonesia?

Baca juga: Tanya Kenapa-Bunga Memiliki Aroma Yang Berbeda?

Bagi kalian yang merasa artikel ini bermanfaat, kalian bisa bagikan artikel ini di media sosial dan bantu kami berkembang.

Source:
times.com
smithsonianmag.com
McManus, Chris. 2019. Half a century of handedness research: Myths, truths; fictions, facts; backwards, but mostly forwards. Brain and Neuroscience Advances Volume 3: 1 –10

KOTAK POS