Home / Serambi

Emas Datang Dari Asteroid. Apa Kaitannya Dengan Harga Emas Di Dunia?

Senjahari.com - 06/08/2021

Emas di Asteroid

Penulis : Dinda Pranata

Emas merupakan benda berwarna kuning yang harganya bisa naik turun. Emas juga salah satu batu mulia yang sebagian besar kandungannya adalah mineral sama dengan batu permata, berlian dan lainnya. Benda kecil ini salah satu hasil tambang bumi yang mendatangkan pundi-pundi uang bagi yang menemukannya. Tak heran banyak orang yang selalu mencari tambang emas dari zaman dahulu hingga sekarang. Beberapa penelitian terbaru tentang barang tambang ini menyatakan bahwa benda ini bisa ada di bumi karena adanya asteroid yang menabrak bumi jutaan tahun lalu. Benarkan rumor itu dan jika benar bagaimana dengan harga emas yang ada di dunia?

Tambang Di Asteroid?

Sebuah asteroid bernama Psyche 16 adalah asteroid yang letaknya berada di antara orbit Mars dan Jupiter. Asteroid Ini bukanlah asteroid terbesar yang ada di antara kedua planet yang mana hanya memiliki diameter sekitar 226 km. Ternyata asteroid ini sudah ditemukan sekitar ratusan tahun lalu. Seorang astronomer Italia bernama Annibale de Gasparis menemukan asteroid ini pada 17 Maret 1852 dan ia memberinya nama pysche sesuai dengan nama dewi Yunani.

Berdasarkan laman Nasa para astronomer menduga asteroid ini memiliki banyak kandungan emas yang cukup bernilai ribuan triliun rupiah. Lapisan permukaan asteroid psyche terdiri dari batuan dan es serta kaya akan iron, platinum dan nikel. Karena kandungannya asteroid ini masuk dalam tipe M. Para astronom sudah mempelajari Psyche 16 dengan pancaran gelombang infra merah, pantulan gambar dan radar. Jika dilihat asteroid ini mirip dengan kentang. Walau ia hanya asteroid, nyatanya benda ini memiliki waktu revolusi terhadap matahari selama 5 tahun dan waktu rotasi selama 4 jam untuk satu hari asteroid psyche. Nasa dan Space X meluncurkan misi untuk mempelajari permukaan asteroid ini pada bulan Agustus 2022 nanti dan akan mencapai permukaan asteroid tahun 2026.

Nasa dan Space X merencanakan misi peluncuran pesawat luar angkasa untuk mempelajari asteroid emas ini. Namun tidak hanya untuk mempelajari, beberapa pihak dan media memberitakan adanya kemungkinan meledaknya gelembung penambangan luar angkasa di masa depan untuk mencari lahan tambang saat di lahan di bumi mulai menipis. Setelah melakukan penelusuran pada laman Nasa, pihaknya mengungkapkan saat ini lebih fokus pada penelitian pembentukan logam dan unsurnya dalam asteroid tersebut. Jika nantinya spekulasi itu ternyata benar, apa yang akan terjadi pada harga emas di bumi?

Tambang Emas Luar Angkasa Dan Harga Emas?

Emas Dan Tambang
Ilustrasi penambangan emas. Credit: canva.com

Beberapa ahli sudah mengungkapkan kemungkinan yang terjadi ketika penambangan ini dilakukan. Saat mulai menambang emas dalam jumlah banyak, harga emas di bumi akan merosot tajam. Hal ini akan membuat nilai emas tidak lagi menjadi barang berharga dan mahal. Seperti dalam hukum ekonomi tentang permintaan dan penawaran. Hukum permintaan menyatakan semakin banyak permintaan maka harga akan semakin mahal, sedangkan hukum penawaran menyatakan semakin banyak penawaran barang maka harga semakin turun. Penambangan emas di luar angkasa tidak akan membuat kita menjadi kaya, tetapi justru menjadikan emas tak lagi menjadi barang berharga.

Baca juga: Penambangan Luar Angkasa. Bagaimana Kelanjutan Alam Semesta?

Tapi bukankah emas yang mereka tambang di luar angkasa membutuhkan biaya yang besar seperti teknologi pesawat luar angkasa, awak pesawat, peralatan tambang dan lainnya? Menghadapi pertanyaan itu coba analogikan bagaimana teknologi pesawat terbang komersil yang sekarang. Tahun 1950an untuk naik pesawat terbang komersil membutuhkan biaya yang besar dan hanya orang kaya yang bisa melakukannya. Saat itu teknologi pesawat, ilmu, orang-orang yang bekerja di bidang tersebut sangat langka yang menyebabkan harganya melejit. Bandingkan dengan sekarang saat banyak orang bisa mengakses ilmu penerbangan dan mampu menciptakan pesawat sendiri maka harga tiket pesawat terbang komersil pun sudah bisa menjangkau banyak orang. Sama halnya dengan pesawat luar angkasa, mungkin saat ini bisa begitu mahal tapi 10 atau 50 tahun lagi beberapa orang bisa menikmati pesawat luar angkasa komersil entah untuk bekerja, untuk tambang atau travel. Bukan tidak mungkin suatu saat penambangan ke luar angkasa itu muncul dan menjadikan emas bukan lagi barang bernilai tinggi.

Apakah kamu salah satu pencari tambang emas dan pecinta barang berharga? Lantas bagaimana kondisi alam semesta kemudian hari jika penambangan itu terjadi? Jika menurutmu informasi ini berguna, kalian bisa bagikan artikel ini dan bantu kami berkembang.

Source:
solarsystem.nasa.gov
bbc.co.uk
technologyreview.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment