Home / Pojokan

Ketika Dewasa Ternyata Kita Tidak Benar-Benar Tahu Segalanya. Buku Ini Membahasnya!

Senjahari.com - 25/10/2021

Orang Dewasa

Penulis : Dinda Pranata

Saat kecil manusia berharap bisa menemukan segala jawaban ketika mereka dewasa. Saat dewasa banyak dari mereka yang ingin kembali menjadi anak kecil yang bebas. Semakin dewasa dan bertambahnya usia seseorang tidak lantas menemukan semua jawaban dan justru membuat kita semakin menemukan banyak kerumitan. Pertanyaan pada masa kecil belum tentu bisa terjawab secara penuh, karena justru menimbulkan pertanyaan lanjutan ketika kita dewasa. Buku pengembangan diri Kim Haenam Dan Park Jong Seok menjelaskan macam-macam kondisi psikologis yang dialami orang-orang dewasa.

Manusia Itu Kompleks Dan Sering Terjebak Dalam Ketidaktahuannya.

Masalah orang dewasa
Dilema Orang Dewasa by Post Image

Seiring dengan bertambahnya usia, tidak serta merta membuat orang dewasa menjadi lebih tahu segalanya. Jika orang dewasa membandingkan diri dengan anak kecil tentu saja mereka lebih tahu banyak hal, tetapi tidak dengan sesama orang dewasa lain. Mereka yang dewasa bisa saja menemukan jawaban dari pertanyaan masa kecilnya, namun pertanyaan mereka akan berkembang dan semakin berkembang. Tak jarang pertanyaan itu menciptakan kerumitan dari pemikirannya sendiri dan membuat orang dewasa terjebak dalam ketidakstabilan emosi.

Ketika kecil kita ingin dewasa dan saat dewasa kita ingin seperti anak kecil yang bebas. Tapi, sadar atau tidak bahwa ketika kita kecil sering mendapatkan goresan luka hingga saat dewasa kita mengalami emosi dan kondisi psikologis yang tidak stabil? Ataukah kita sadar atau tidak masa kini yang kita jalani terkadang masih menyisakan luka di masa lalu? Lantas masih bisa kita berfikir menjadi anak kecil atau bahkan hidup di masa lalu itu menyenangkan?

Dalam ketidaktahuan manusia tentang banyak hal, membuat kondisi mental terkadang tidak siap menghadapi hal yang mereka tidak tahu. Seperti orang yang mengalami eating disorder contohnya anorexia, bulimia yang bisa terjadi karena adanya trauma body shaming, bullying atau pemahaman yang salah tentang standar kecantikan saat masih anak-anak, remaja, atau saat dewasa. Ketidaktahuan tentang cara merawat tubuh dan pemahaman tentang standar kecantikan membuat sebagian orang melakukan diet ekstrim yang justru merusak tubuh dan mental. Pemahaman yang kurang tepat yang juga datang bersama dengan bullying, body shaming membuat kondisi psikologis ini tidak siap dan akhirnya mengalami trauma.

Tidak hanya masalah eating disorder ada juga ketidak tahuan cara mengasuh anak hingga anaknya sendiri mengalami trauma. Ada juga depresi karena mereka tidak tahu bagaimana mengelola emosi. Lalu ada pula depresi pasca melahirkan yang terjadi karena ketidaktahuan sang suami tentang emosi istrinya. Itulah ketidak tahuan manusia yang sering kali tidak kita sadari ketika sudah beranjak dewasa. Kita seolah terjebak dalam pemikiran bahwa ketika dewasa kita bisa mengetahui segalanya. Karena tidak ada seorang pun bahkan orang dewasa dewasa yang akan mengetahui segalanya bahkan untuk mereka yang punya banyak pengalaman. Bisa jadi pengalaman mereka tidak bisa berhasil dalam kondisi orang yang beraneka ragam.

Baca juga: Kumpulan Cerpen Malam Terakhir-Metafora Tentang Kebebasan

Apakah Masih Perlu Orang Lain Dalam Menjawab Ketidak Tahuan Itu?

Kita sedikit memahami bahwa semua orang dewasa tidak mungkin mengetahui semua hal. Lalu kita akan bertanya apakah masih kita perlu orang lain untuk menjawab ketidak tahuan kita?  Jawabannya kita masih memerlukannya. Ibaratnya seperti menggali sumur, kita akan menggali titik demi titik untuk menemukan sumber air. Hal ini berlaku pada ketidakmampuan kita melihat hal yang kurang kita mengerti. Jika kita tidak menemukan pemecahan masalah dari diri sendiri maka kita bisa mencarinya dari orang lain.

Seperti kisah dalam buku ini tentang wanita dingin bernama Soo Young yang ternyata menyimpan luka masa lalu karena ia tidak ingin menunjukkan kelemahannya. Hal itu terjadi karena sang Ibu memiliki ambisi dan harapan besar pada anaknya dan menuntiy anaknya menjadi kuat. Ibunya yang tidak mengerti dan tidak menyadari, membuat Soo Young memiliki sikap dingin, keras terhadap diri sendiri dan untuk menyadari hal tersebut ia membutuhkan orang lain. Ia tidak bisa mengekspresikan rasa sedih atau kecewanya karena ia takut orang lain akan menganggapnya. Padahal kenyataannya kita bisa dan boleh mengekspresikan emosi tersebut asal dalam batas yang wajar dan sehat. Ia pun akhirnya berkonsultasi dengan psikolog dalam menangani hal ini.

Jika dilihat dari luar pribadi Soo Yeong terlihat tenang, dingin, kuat, dan serba bisa, tapi di dalamnya dia tertekan dan hampa. Karena itu, setelah berkonsultasi, dia tahu mengapa dirinya merasa hampa dan kosong meskipun memiliki pencapaian dan pengakuan dari orang lain.

Ku pikir segalanya akan beres saat aku dewasa hal 279.

Apakah Buku Ini Sudah Menjawab Pertanyaan Tentang Kesehatan Mental?

Buku ini tidak menjawab semua pertanyaan kita tentang kesehatan mental secara mendetail. Dalam buku ini tidak ada penjelasan rinci tentang faktor utama orang yang mengalami eating disorder, depresi, PTSD, dan penyakit mental lainnya. Selain tidak ada penjelasan rinci tentang bagaimana orang bisa mengalami hal-hal tersebut, dalam buku ini juga tidak memaparkan tentang bagaimana cara untuk menyembuhkan luka-luka tersebut dan proses penyembuhannya selain berkonsultasi atau terapi. Kenyataannya buku ini kurang cocok untuk mereka yang ingin lebih dalam mengetahui masalah mental atau mereka yang sedang mengalami masalah dengan kesehatan mental. Di dalamnya hanya berisi garis besar penyebab dan informasi tentang beberapa hal terkait penyakit mental di era modern.

Buku ini pada dasarnya lebih cocok bagi mereka yang masih dalam keadaan normal dan ingin mengantisipasi masalah kesehatan mental dalam dirinya. Selain itu, pembaca bisa lebih mengembangkan empati dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekitarnya. Walau bacaan ini cocok untuk mereka yang masih normal dan yang ingin mengetahui kesehatan mental, bukan berarti mereka yang memiliki masalah mental tidak bisa membaca buku ini. Akan lebih baik jika mereka membaca buku ini dengan pendampingan sehingga mereka tidak melakukan self diagnose yang justru berbahaya. Buku bacaan ini bisa masuk dalam kategori bacaan ringan. Sekali lagi buku ini TIDAK menjawab semua yang kita pertanyakan tentang kesehatan mental. Tapi, buku ini MENGAJARKAN bahwa masalah mental bisa menyerang orang dewasa yang katanya serba tahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment