Home / Pojokan

Bagaimana J.K Rowling Memberi Makna Kehilangan Untuk Anak-Anak.

Senjahari.com - 22/11/2021

Bagaimana J.K Rowling Memberi Makna Kehilangan Untuk Anak-Anak.
Bagaimana J.K Rowling Memberi Makna Kehilangan Untuk Anak-Anak..

Penulis : Editor

“Aku nggak mau boneka itu! Aku mau susan!” Rengek Kiara pada Tia setelah boneka susannya yang bisa menangis rusak. Kepalanya dan kakinya putus serta rambutnya rontok-rontok.

“Nanti kita cari yang baru.” Kata Bunda Tia padanya namun Kiara tidak mau mendengar dan justru lari ke arah Ina dan menjabrak rambutnya. Kiara tidak suka pada Ina karena ia merusak mainannya dan mengatakan mainannya jelek tidak seperti barbie miliknya.

Setiap anak-anak di dunia pasti memiliki setidaknya satu mainan kesayangan atau mainan favoritnya. Anak-anak yang polos itu selalu bermain dengannya dan terkadang sulit lepas dari mainan atau bahkan benda favoritnya. Namun ketika maninan itu rusak atau hilang, mereka sangat sedih dan merasa ada yang kurang dari dirinya. Cerita ini kemudian dikemas oleh JK Rowling dalam sebuah karya novel anak-anak terbarunya “Petualangan Jack dan Piggy Natal. Apa isi dan Tantantannya membaca buku ini?.

JK Rowling dan Karya Yang Memaknai Benda Kesayangan.

JK Rowling Untuk Buku Jack Dan Piggy Natal
Ilustrasi Buku JK Rowling. Design By Canva.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa anak-anak tidak mengerti kehilangan adalah sesuatu yang wajar terjadi dalam hidup. Bagi mereka yang dunianya begitu menyenangkan dengan mainan, teman-teman, cinta dan keindahan lain, anggapan konsep kehilangan seolah menakutkan. Mereka merasa kehilangan artinya tidak bisa melihat selamanya sesuatu yang ia sayang dan menganggap pengganti itu pasti tidak lebih menyenangkan dari sesuatu yang hilang itu.

Dalam buku JK Rowling kali ini, Kisah petualangan Jack dimulai ketika ia kehilangan Spesial Piggy (SP) saat bertengkar dengan saudara tirinya. Saudara tirinya begitu kesal pada Jack sehingga Ia melempar Piggy ke jalan. Saudara tirinya, Holly, merasa bersalah setelah itu Jack mendapatkan hadiah piggy natal dengan warna yang sama seperti SP. Tapi bagi jack yang sudah menyayangi SP menganggap mainan itu hanya pengganti dan berbeda dengan SP.

Baca juga: Resensi - Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat! Cara Memiliki Mental Baja

Bagi Jack piggy natal berbeda walaupun secara fisik itu sama. Mengapa? Anak-anak pada dasarnya sederhana, mereka melihat benda kesayangannya itu memiliki arti sehingga bagaimana bentuknya mainan kesayangannya baik sudah kotor atau penuh tambalan, itu bukanlah hal besar. Baginya SP memberikan kebahagiaan seperti petualangan, aroma ibunya, dan hal-hal menakjubkan bagi Jack termasuk cinta orangtuanya.

Karena Bukan Hanya Mainan, Sesuatu Dalam Diri Bisa Hilang. Kemana Dia Hilang?

Dalam kisah Jack dan Piggy natal saat memasuk dunia ajaib dimana barang-barang hilang ini berada mereka bertemu banyak benda dari benda remote tv, sisir hingga perhiasan. Tak hanya itu ketika petualangan mereka disana ternyata ada sebuah tempat yang hampir tidak bisa dipercaya. Tempat dimana mereka menemukan Ambisi, Kepercayaan Diri, Keindahan, Kebahagiaan, Kekuasaan, dan Harapan bisa hilang. Jack dan piggy natal baru saja tahu bahwa tidak hanya benda tetapi hal dalam diri manusia bisa saja hilang.

Kemana mereka hilang? Mereka hilang di dasar diri manusia dan menunggu untuk ditemukan kembali. Lalu kemana benda itu hilang? Bisa ke tempat sampah, atau dalam ingatan seseorang. J.K rowling menggambarkan sebab hilangnya benda-benda itu dalam nama tempat-tempat benda itu berkumpul dalam dunia yang ‘hilang’. Seseorang mungkin lupa meletakkan sisirnya sehingga ia masuk menuju tempat atau desa bernama salah taruh, ada juga benda yang sengaja dihilangkan karena tidak diinginkan kembali sehingga ia masuk tempat bernama tanah yang terbuang.

Tantangan Bacaan Anak-Anak Dan Simbol Tak Kasat Mata.

J.K Rowling memang hebat dalam penggambaran tokoh fantasi. Bacaan anak-anak ini sekilas sangat ringan dan tidak ada tantangan yang berarti dalam menikmati setiap alurnya. Tapi dibalik bacaan yang ringan itu ada tantangan lain selain menghibur pembacanya yang suka akan seri petualangan fantasi. Tantangan itu adalah menemukan simbol-simbol tak kasat mata dalam kisah-kisah ini. Memaknai kehilangan tidak sekedar pembelajaran bagi anak-anak tetapi orang dewasa. Bagi anak-anak pesan cerita ini tentu tentang bagaimana kita perlu menghargai benda-benda tidak hanya dari harganya, bagaimana menjaga dengan baik barang-barang yang dimiliki dan tentu saja bagaimana menyayangi orang-orang sekitar serta untuk mempercayai keajaiban-keajaiban. Tapi bagiaman dengan orang dewasa yang membaca kisah ini?

Kisah ini menjelaskan bagaimana kehilangan itu menjadi bagian dari diri kita sendiri. Setiap hal ada saja sesuatu yang hilang dalam hidup kita bukan. Mungkin kita kehilangan ingatan tentang bagaimana teman-teman yang berlaku kasar saat kita masih kecil, atau ingatan sepele seperti bagaimana perkataan atau perbuatan diri sendiri. Kehilangan menjadi sesuatu yang wajar dalam kehidupan, tapi mengapa kita harus kehilangan? bukankah ini sangat menyakitkan dan tidak menyenangkan? JIka kita tidak pernah kehilangan kita tidak akan mungkin bisa menghargai apa yang ada di depan kita saat ini. Kehilangan sesuatu berarti kita bisa mendapatkan pengganti sesuatu yang hilang itu. Pengganti itu bisa saja baik dan bisa saja tidak baik, jika baik kita patut bersyukur dan menjaganya. Lalu saat pengganti itu tidak baik, kita bisa belajar menghargai sesuatu yang baik di depan kita atau yang paling masuk akal adalah kita bisa berani berkata TIDAK pada yang tidak baik itu.

Kau hanya bisa membawa pulang salah satu dari kami-tapi kalau kau menyelamatkan PN, aku akan aman di sini, selamanya, di pulau yang indah ini. Ini tempat yang laur biasa dan setiap hari aku memikirkanmu, juga betapa bersyukurnya aku karena kau menyayangiku.

Petualangan Jack Dan PIggy Natal (Pulau Yang Disayangi). Hal 292

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

Post comment

Comment

Mila baru tau tentang isi buku ini. Karena jarang memang beli buku anak. hehe
Makasih kak reviewnya bagus

sama-sama kak mila..^^

Oktavia winarti

Rekomen banget ya buat anak-anak untuk memaknai benda yg dimilikinya. Mengingat bahwa setiap barang yg kita punya ada pertanggung-jawabannya nanti. Ga sabar baca bukunya hehe. Makasih mba udah mengulas buku ini dengan baik ^^

Bener banget, memaknai setiap benda yang dimiliki membuat anak-anak menjadi lebih menjaga barang-barangnya.
terima kasih kembali kak.. ^^

dari kemarin banyak yang bilang buku ini bagus
oh iya, aku liat di ig nya tsana juga rekomendasiin buku ini
ternyata isinya emang sebagus itu ya
cerita anak-anak yang bikin kita orang dewasa juga belajar

Iya kak, biasanya cerita anak-anak yang baca anak-anak, Pas dibaca orang dewasa kadang rasanya biasa aja.
Tapi kalo dibaca lagi semua cerita anak-anak juga banyak maknanya buat orang dewasa.. hahaha..^^

Mengajarkan hal kecil sedark dini kepada anak. Jujur baru tahu buku ini. Lanjutkan mba

siap pak komandan.. hahaha..^^

Mohammad Rizal Abdan Kamaludin

wah seru sekali ceritanya, memang JK Rowling merupakan penulis yang hebat, sangat memotivasi dan semoga tetap menginspirasi.

betul kak, penulisnya memang memotivasi belum lagi latar belakangnya yang agak complicated..T_T

Kehilangan adalah suatu kepastian, jika tidak ingin kecewa karena kehilangan maka jangan gantungkan harapan yang terlalu tinggi pada apa yang kita miliki.

bener banget pak, yang kita miliki tidak abadi.. T_T

Jk Rowling yang nulis harry potter kan ya? Aku baru tau loh kalau ada karyanya yg ini

sepertinya simbol simbol selipan dalam karya sineas maupun penulis di Amerika sudah menjadi hal yang biasa ya. terkait kehilangan, anak memang biasanya akan merespon secara emosional, namun mereka belum menganggap itu hal biasa. makanya terjadilah trauma. takut kehilangan.

saya suka buku buku jk rowling, jadi penasaran sama buku ini. Kehilangan memang berat ya, tidak hanya untuk anak anak tapi juga orang dewasa, kehilangan melatih hati bahwa semuanya tak abadi

ceritanya kasih pesan-pesan yang baik ya, mengajarkan anak untuk bisa menghargai apa yang dimiliki dan menyayangi orang-orang disekitar. Wah nyess banget kalau baca kata kehilangan, ya kita semua harus bisa belajar juga ya soal kehilangan yang pasti akan mampir dalam hidup, karena memang enggak ada yang abadi, termasuk anak-anak ya harus belajar memaknai kehilangan sejak dini. Siip Kak tulisannya

16 Responses