Home / TanyaKenapa

Tanya Kenapa-Manusia Punya Sidik Jari Yang Permanen?

Senjahari.com - 21/12/2021

sidik jari

Penulis : Dinda Pranata

“Mengapa kau mengikutiku Deva?” Tanya Seva yang berbalik setelah menyadari Deva mengikutinya.

“Kau meninggalkan sesuatu.” Deva maju beberapa langkah ke arahnya.

“Apa lagi yang aku tinggalkan? Sudahkah jelas kau yang membuatku bingung dengan sikapmu.” Entah mengapa ia menjadi sangat marah. Ada yang membuat dadanya penuh sehingga menyesakkan. Deva berjalan mendekatinya dan mereka cukup dekat berhadapan.

“Kau meninggalkan sidik jarimu disini.” Deva meraih tangan Seva dan meletakkannya di dada Deva.

“Wanita itu adalah sepupu jauhku dan dia akan pergi ke London malam ini.” Seketika itu pipinya menjadi tertampar. Malu.

Fingerprints (Cerita Ilustrasi Pribadi)

Sidik jari menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai penanda identitas semata, nyatanya banyak kegunaan dari pola di permukaan jari ini sendiri tapi kenapa sih manusia punya pola pada jari yang permanen? Dan apakah ada dari mereka yang tidak punya pola pada jari ini?

Lahirnya Si Sidik Di Jari.

proses sidik jari
proses pembentukan sidik jari

Kita semua tahu dong ya apa itu Sidik jari. Sidik jari merupakan pola bergerigi atau berulir yang memiliki bentuk berbeda-beda tiap orang. Pola pada jari ini terbentuk saat manusia ada dalam kandungan ibu dan terbentuk secara penuh pada kandungan ibu memasuki kurang lebih udsia 7 bulan. Lho, terus kenapa tiap orang bisa beda-beda ya pola sidik jarinya?

Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam pembentukan sidik jari ini. Faktor itu bisa karena gen, lokasi janin dalam kandungan, aliran ketuban, nutrisi ibu saat hamil, tekanan darah bahkan termasuk panjang tali pusar. Bahkan untuk orang yang kembar identik pun pola ini tidak sama persis dan memiliki keunikan tersendiri. Bagaimana mereka bisa terbentuk?

Pola-pola pada sidik jari ini terbentuk dalam lapisan terdalam epidermis yang bernama lapisan sel basal. Lapisan ini terletak di antata lapisan terluar kulit dan lapisan tebal kulit di bawah kulit. Sel-sel basal ini bisa mati tapi juga bisa melakukan proses regenerasi.

Saat proses regenerasi ini kulit yang baru akan terdorong ke lapisan atasnya sehingga membentuk kerutan di permukaan atasnya dan kita sebut sebagai pola sidik jari itu. Keunikan lapisan sel basal ini adalah pertumbuhan yang cepat dari lapisan dermis dan epidermis di dalam janin dan sifatnya permanen. Walaupun sifatnya permanen, sidik jadi juga bisa mengalami keausan.

Baca juga: Tanya Kenapa-Ada Orang Yang Kidal? Sebuah Tantangan Penelitian!

Aku Pun Bisa Berumur.

Walaupun si sidik ini permanen di kulit, tetapi ia juga punya masa aus. Contohnya orang yang sering melakukan pekerjaan kasar (kuli bangunan, pembuat batu bata, dan lainnya) bisa mengaburkan pola sidik jari di kulitnya. Tak hanya pekerjaan yang mereka lakukan, usia pun bisa membuat pola pada jari ini kabur.

Dalam beberapa hal sidik jadi bisa saja mengabur tidak hanya terbatas pada usia dan pekerjaan semata. Kondisi seperti mereka yang pernah menjalani kemoterapi kanker atau minum obat-obatan tertentu bisa menyebabkan kondisi pengaburan pada sidik jadi. Lalu mungkinkah ada orang yang tidak terlahir dengan sidik jari?

Ada sebuah kondisi bernama adermatoglyphia. Seorang mahasiswa pasca sarjana akhirnya menemukan penyebab kondisi langka ini. Sebuah gen bernama SMARCAD1 yang bagian paling kecilnya ada di kulit mengalami mutasi. Mutasi dari gen itu menyebabkan kondisi SMARCAD1 ini tidak stabil. Jika seorang kriminal tidak memiliki pola ini, bagaimana bisa mengetahui pelakunya ya?

Tubuh Yang Memiliki Jutaan Bakteri Baik.

DNA Sidik jari
DNA bakteri pada sidik jari

Sebuah penelitian dari University of Colorado di Boulder menunjukkan bahwa tubuh kita memiliki jutaan bakteri baik. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan medis diketahui pula, kalau bakteri baik ini bisa berfungsi sebagai identitas pribadi.

Bakteri baik ini sering kali tertinggal di beberapa benda yang kita pegang, entah gelas piring, keyboard, atau di ponsel pintar. Dengan metode pengurutan DNA bakteri ini dengan orang yang memiliki barang atau yang menyentuh barang akan dapat ditemukan kecocokannya. DNA bakteri ini memiliki keunikan yang mana tidak berubah selama beberapa minggu. Karena keunikan inilah beberapa alat forensik menggunakan teknologi bakteri sebagai pelacak identitas seseorang yang tidak memiliki sidik jari.

Baca juga: Tanya Kenapa- Hewan Berkaki Tiga Sangat Langka? Ini Sebabnya!

Manusia bisa saja meninggal, rohnya kemudian terbang melayang. Di antara jasad tulang belulang, hanya sidik jari yang tertinggal

By Dinda

Source:
livescience.com
thoughtco.com
nationalgeographic.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment

Comment

Berarti jejak sidik jari tidak bisa terhapus secara permanen, atau hilang seiring berjalannya waktu ya?

Banyak insight baru yang saya dapat dari artikel ini. Terima kasih untuk ulasannya kak.

Sidik jari memang salah satu ciptaan yang sangat canggih yang dibuat oleh Tuhan. Ini merupakan ciptaan-Nya yang bikin manusia mudah untuk mengindentifikasi identitas dari orang tersebut. Memang tidak ada yang sia-sia segala yang di ciptakan Tuhan

iya kak, yang saya tahu soal sidik jari itu adalah Peluangnya sidik jari seseorang kemungkinan sama dengan orang lain adalah satu dibanding 64 miliar orang.

Ngga kebayang kalau sidik jari bisa diganti2 yaa kak hihi yang jelas dia ngga akan jadi salah satu faktor yang dipakai sama detektif untuk menentukan siapa penjahatnya

Bener kak, klo gampang diganti kasihan warga yang tidak bersalah.. hehehe.. ^^

Andri Marza Akhda

Itulah sebabnya sidik jari bisa jadi senjata polisi dalam mengungkapkan kriminal. KTP juga demikian ada sidik jarinya.

Oktavia winarti

Wah makasih kak udah ngulas ini. Aku sendiri amaze banget dengan “cerita di belakang layar” aka konspirasinya si sidik jari ini. Allah bener-bener membuktikan kebesaranNya lewat penciptaan sidik jari. New things learned , nice article 😀

Bahkan sekarang sidik jari digunakan untuk keamanan seperti fingerprint. Apa sidik jari bisa disamakan dengan kode unik?

Beberapa tahun lalu sempet baca kalo ada beberapa orang yang terlahir dengan kelainan genetika tertentu, pada akhirnya jadi ngga punya sidik jari..
Terlintas di pikiran gue, kalo begitu, berarti serem juga yah karena ada peluang lolos kalau sekiranya yang punya kondisi genetika kayak gitu ngelakuin hal – hal yang ngelanggar hukum..
Di postingan kali ini, pertanyaan gue terjawab..
Ngomong – ngomong soal bakteri, mungkin ada benernya juga kalo manusia diistilahin sebagai jagad alit..
Kira – kira bakteri baik atau bakteri jahat yang dominan ada di tubuh manusia?

bisa dibilang sidik jari adalah identitas permanen yang lebih penting dari identitas lainnya

Bagus Adi Saputro

Sangat insightful kak materinya. Penulisannya juga mudah dipahami

Phai Yunita S Wijaya

Oh baru paham kenapa setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda-beda. Masyaa Allah meskipun sudah dijelaskan dalam agama, ternyata dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Awesome!

Nurul Fitri Fatkhani

Ternyata begitu ya, terbentuknya sidik jari manusia. Semua berawal di dalam kandungan dengan beberapa faktor yang memengaruhinya seperti gen, tekanan darah, panjang tali pusar atau aliran ketuban

Mohammad Rizal Abdan Kamaludin

yang menarik tentang sidik jari menurut saya adalah bentuknya yang berbeda-beda setiap manusia.

Anggita R. K. Wardani

MasyaAllah ciptaan Allah memang luar biasa ya mulai dari molekul enzim yang ada di tubuh kita sampai sidik jari. Sidik jari pun juga berbeda-beda tiap orang.

Jadi ingat jari saya yang dulu pernah kebakar masuk kena api, jadis ekarang ajri saya beebrapa sidik jarinya rusak, dan kalau diimigrasi pemeriksaannya suka lama

Wah baru tau kalo kemo sama konsumsi obat tertentu bisa nengaburkan sidik jari. Info menarik nih mba, ternyata ada kondisi bernama adermatoglyphia juga. Nice info yahh.

Jadi inget sama video wawancara Mbak Najwa sama alm. dokter ahli forensik yang cerita tentang korban mutilasi dan ga ditemuin sidik jarinya.. Mungkin ini masuknya ke kondisi adermatoglyphia itu ya..

baru tau begitu ceritanya dan menarik sih ternyata sidik ini g berubah dari bayi sampai tua gitu

20 Responses