Home / Pojokan

Mata Hari-Wanita, Seksualitas dan Politik

Senjahari.com - 07/03/2022

Cover Novel Mata Hari

Penulis : Dinda Pranata

“Jen, ada kuliah pagi?” tanya Mika pada Jeni.

“Iya Mik, Kuliah telaah sastra. Kamu ngapain pagi-pagi begini di kampus?” tanya balik si Jeni.

“Ada tugas materi feminisme Bu Yuni.” Mika menghela nafas panjang, “resensi novel feminisme.” jawabnya kemudian. Jeni melihat buku yang Mika baca. Ia tersenyum karena ia sendiri sudah pernah mengulas dan membaca buku yang kini jadi tugas Mika.

Wanita-wanita Malam oleh Dinda Pranata

Salah satu buku yang mengangkat kisah tentang wanita adalah buku karya Paulo Coelho berjudul Mata Hari. Buku ini menceritakan kisah seorang seniwati di Eropa yang berhujung tragis. Siapa yang tidak mengenal female fatale legendaris yang bernama Mata Hari ini. Bagaimana buku ini menceritakan kisahnya? Apa menariknya dan apa juga tantangannya?

Wanita Kalangan Atas yang Dibenci Sejak Anak-anak

Mata Hari memiliki nama asli Margaretha Zelle. Margaretha sendiri anak dari keluarga kalangan berada yang cukup liberal. Ayahnya pembuat topi dan seorang investor minyak bernama Adam Zelle, sedangkan ibunya bernama Antje Zelle. Di keluarganya itu, ia mendapatkan pendidikan yang baik dan kesempatan yang bagus bagi wanita di zamannya.

Baca juga: Resensi Mitologi Norse. Kisah Dewa-Dewi Yang Punya Sisi Manusia.

Di masa di mana banyak wanita harus belajar menjahit dan mungkin menyulam, Margaretha belajar cara berkuda dan menari di sekolah swasta ternama. Tidak hanya dari kalangan berada, banyak orang yang mengenal Margaretha sebagai wanita yang cantik, sehingga banyak orang yang iri padanya.

Rasa iri orang-orang membuatnya di cap wanita bermoral rendah, pelacur dan lainnya. Tetapi, di tahun 1889, ayahnya Adam Zelle bangkrut dan dua tahun kemudian ibunya meninggal. Orang tuanya kemudian memindahkan sekolahnya ke Leiden di mana Margaretha mengambil studi guru anak-anak. Pada hari keberangkatan ibunya memberikannya benih tanaman tulip.

Bunga mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang abadi: keindahan mereka, bahkan juga fakta bahwa mereka pasti akan layu, karena mereka masih akan memberikan benih baru. Ingatlah ini kalau kau merasakan sukacita, kepedihan, atau kesedihan. Segala sesuatu berlalu, menjadi tua, mati, dan terlahir kembali.

Mata Hari hal 30-31

Tragedi Bermula di Sekolah dan di Tanah Jawa

Mata Hari Wanita Asal Belanda
Mata Hari Wanita Asal Belanda

Pada saat ia berangkat studi di Leiden, di usia enam belas tahun, kepala sekolah tempat ia menimba ilmu pun melakukan pelecehan terhadapnya. Bukan hanya kepadanya, tetapi kepada dua orang temannya juga. Dari pelecehan yang ia terima itu, akhirnya ia mengaitkan sesuatu yang sama sekali salah. Bahwa hubungan badan tidak berkaitan dengan cinta.

Suatu hari ia membaca sebuah koran dan mendapati sebuah iklan jodoh. Ya, pada tahun-tahun tersebut masih banyak orang yang mencari pasangan lewat kolom surat kabar. Seorang perwira keturunan Skotlandia di ketentaraan Belanda, sedang mencari seorang istri. Pria itu bernama Rudofl MacLeod yang berusia 21 lebih tua darinya adalah seorang perwira yang bekerja di tanah koloni Belanda di Jawa. Dalam waktu tiga bulan setelah membaca kolom jodoh itu, mereka menikah.

Baca juga: The Girl on Paper, Kisah Cinta Penulis dan Tokoh Novel

Mata Hari pun pergi ke Indonesia tepatnya ke tanah Jawa. Ternyata ia salah menikah dengan pria hidung belang yang banyak bermain dengan wanita. Belum lagi suaminya suka memukuli dirinya. Di tanah Jawa itu ia juga menyaksikan bagaimana para istri perwira Belanda harus menahan kesedihan hati, karena para suaminya jarang pulang dan suka bermain dengan wanita Jawa.

Ia pun memutuskan pulang kembali ke Belanda dan pergi ke Perancis untuk bekerja sebagai penari sensual. Di sanalah segala tragedi semakin pelik yang mengharuskannya berhubungan intim dengan banyak lelaki kalangan atas. Cantik, seksi, dan seorang penari yang berani. Ia sangat terkenal di Perancis dan seluruh dataran Eropa pada masa Perang Dunia I. Sampai akhirnya, ia dicurigai sebagai mata-mata atau agen ganda pihak Perancis dan Jerman. Apa menariknya buku ini dan apa pula tantangannya?

Tentang Wanita, Seni dan Politik

Mata Hari Seorang Penari Terkenal
Mata Hari Seorang Penari Terkenal

Buku berjudul asli The Spy yang kemudian diterjemahkan oleh Gramedia sebagai Mata Hari, tidak hanya bercerita tentang seorang seniman di awal abad ke 20. Menariknya dalam buku ini banyak hal tentang bagaimana kehidupan wanita di era Perang Dunia I yang dikaitkan dengan politik dan pemuas hasrat.

Kisah Mata Hari ini membuka mata tentang bagaimana wanita banyak dipakai sebagai propaganda perang sebagai seorang seniman atau artis. Para militer kemudian menjadikan mereka bagian dari prostitusi yang oleh pemerintah maupun militer menjadi sesuatu yang legal pada masa itu. Bahkan sebuah jurnal berjudul Sexuality, Sexual Relation and Homosexuality menjelaskan bahwa militer Perancis dan Jerman melegalkan rumah prostitusi bagi tentara-tentara.

Pelegalan tersebut justru membuat penyakit kelamin yang menjangkiti tentara-tentara perang yang datang ke rumah prostitusi. Sehingga pemerintah dan militer saat itu memberikan akses kesehatan dengan memberikan pemeriksaan pada para PSK atau wanita pekerja seks tersebut. Tak heran pada masa perang trauma-trauma psikologis menyangkut seksualitas hingga penyimpangan pun banyak terjadi. Lalu apa tantangannya?

Baca juga: L'Assommoir - Kisah Wanita Tangguh Ditengah Kemiskinan dan Kebobrokan Paris

Alur cerita pada setiap bab terkadang buram dan tidak mengalir. Pembaca tidak seperti membaca novel yang runut pada alurnya, atau memoar yang menceritakan bagaimana kisah hidup tokohnya secara lengkap. Kita bisa menyebutnya sebagai rangkuman perjalanan tokoh Mata Hari itu sendiri, karena memang ini berdasarkan pada surat yang ditulis Mata Hari sebelum eksekusi matinya.

Adakah yang sudah membacanya? Bagaimana pandanganmu tentang buku ini?

Wanita itu indah seperti Mata Hari. Ia bisa bersinar dan bisa meredup, tergantung di mana ia diletakkan.

Wanita akan bersinar jika tempat bernama penghormatan dan penghargaan diberikan padanya. Apa yang berbeda dengan pria?

Dinda Pranata
Channel Senja Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

*

Post comment

Comment

aku belum baca, tapi baca tulisan ini jadi tertarik banget.

wah menarik nih bukunya. pas banget gegara lagi hari perempuan jadi penasaran buku or film yang beruhungan sama feminis

Pasti menarik banget nih novel nya. Settingnya di abad 20 awal saat perang dunia, dengan tokoh wanita cantik dan cerdas. Keren banget

Paulo Coelho memang juara bikin novel-novel pergulatan batin, ya. Aku baru tahu dia juga menulis buku ini yang erat kaitannya dengan feminisme. Anw, nice review Kak! Happy International Womenโ€™s Day!

Membaca buku Paulo Coelho pasti harus dengan sangat seksama. Latar sejarahnya membawa kita pada zaman di mana Indonesia entah seperti apa, membuat imajinasi kita semakin hidup bersama Mata Hari

Andri Marza Akhda

Memang berat menjadi wanita, cerita matahari benar benar menggambarkan situasi di dunia nyata. Saya suka juga dengan quote yang ada

Roswita Puji Lestari

Saya baru tahu mengenai kisah ini. Bukunya menarik sepertinya kak, nanti kepengen baca. Sedih tapi ya ujungnya.

Iya kak, sedihnya bener-bener maksimal. ๐Ÿ˜€

Buku yang cukup menarik karena menceritakan bagaimana kehidupan wanita di zaman Perang Dunia I, pasti mengajak kita berimajinasi pada zaman itu.

Benar sekali kakak. Cukup untuk membayangkan nasib wanita di masa yang sama. ๐Ÿ™

Anggita R. K. Wardani

Buku-buku tentang feminis emang selalu menarik untuk dibahas. Dari jaman dulu sampe sekarang masih banyak yang menganggap perempuan sebagai obyek. Bahkan, dalam hal pelecehan seksual yang notabene mereka korban, masih aja disalahkan.

kalau ada orang yang masih menyalahkan korban pelecehan baik laki atau perempaun, berarti ada yang salah sama orang tersebut. hehehe… ๐Ÿ˜€

Beberapa kali nonton film dan baca nivel, memang di zaman tsb wanita banyak dipakai sebagai propaganda perang sebagai seorang seniman atau artis. Menarik siy sebenarnya cerita2 seperti ini. Hihi

Iya kakak, apalagi zaman wanita masih “dijajah” pria. hehehe.. ๐Ÿ˜€

Mohammad Rizal Abdan Kamaludin

emang bener, kita harus menaruh hormat juga pada wanita, karena kita semua sama-sama manusia

Benar kakak, saling menghormati membuat segalanya jadi lebih baik. ๐Ÿ™‚

Pradyta Febriana Rudiyanto

Salah satu buku rekomendasi yg wajib dibaca saat ini, cocok dengan tema international womens day tahun ini

Iya kakak, pas sama momen ya. Happy International Woman Day 2022. ๐Ÿ™‚

Setting abad 20, tema wanita. Inspiring women pokoknya ya. Bak kartini. Sangat bermanfaat

Bisa dibilang dia sosok Kartini versi Liberal yang hidupnya tak terlalu beruntung seperti Kartini. ๐Ÿ™‚

Dewi Arianna Manullang

buku yang sedih dan mengharukan. tapi pengingat kalau saatnya kita, perrmpuan beda dari jaman bahola. kita harus merdeka. panjang umur kesetaraan

Aq pernah denger cerita tentang Mata Hari, awalny aq kira dia ada keturunan Jawa, ternyata cuman pernah tinggal di Jawa yaa, jd makin penasaran pgn baca bukunya

Wahh.. Jadi pengen bener bener bacaa bukunyaโ€ฆ Pengen banget.. Makasi kak atas sharingnya.. Btw.. Kaka nyeritain nya dengan penuh bener benr detail jadi ngena banget buat pembaca.. Makasi kakk

Sama-sama kakak, semoga bermanfaat… ๐Ÿ˜Š

lama tidak mendengar nama matahari, tidak menyangka kalau coelho menulis juga tentang dia. btw, sepertinya masalah penghormatan pada wanita di eropa saat itu sedang buruk2nya ya. padahal hanya beberapa tahun sebelum matahari aktif menjadi penari sensual, pemimpin kerajaan dan armada Aceh adalah wanita

25 Responses