Home / Jendela

Tren Gaya Hidup yang Bikin Pengen Gendong Ayam dan Minum Teh Panas!

Senjahari.com - 19/08/2023

Tren Cottagecore yang Nyaman

Penulis : Dinda Pranata

Siapa di sini yang pernah bermimpi hidup seperti di dongeng? Bermain di tengah ladang bunga yang menari menggoda, berlarian sambil menggendong ayam dan meneguk secangkir teh panas?

Aku yakin semua bakal mengangguk setuju! Atau jangan-jangan kamu sudah membayangkan negeri dongeng seperti itu di kepalamu.

Ngomongin negeri dongeng seperti itu, salah satu tren gaya hidup yang lagi hits, bisa membawa kamu selangkah lebih mendekat ke negeri bayangan itu. Tren tersebut yaitu gaya hidup cottagecore.

Apa sih gaya hidup cottagecore, kok sampai bikin kita mau gendong ayam sambil minum minuman hangat?

Kembali ke Asal di mana Ayam Berlarian

Coba deh kita bayangin, bisa keluar atau melarikan diri dari deretan gedung-gedung tinggi di tengah kota. Saat melarikan diri dengan sandal jepit kamu, di ujung jalan kami menemukan belokan yang membawa kamu masuk ke sebuah tempat berbeda. Tempat di mana tidak ada orang yang tahu apa itu sosmed, apa itu ponsel bahkan sinyal 5G.

Baca juga: Peringatan Kemerdekaan RI: Sudahkah Merdeka dari Sampah Plastik?

Tempat itu ada banyak sekali orang yang mirip dengan dirimu. Kemana-mana pakai sandal jepit tanpa perlu dijulid tetangga; kamu juga enggak ketemu dengan atasan galak yang tiap hari ngomel-ngomel enggak jelas masalah sinyal; Kamu juga enggak ketemu riuhnya klakson mobil saat lampu merah baru berganti ke hijau.

Sebaliknya kamu menemukan deretan pohon-pohon dan bunga yang “tertawa” lihat ekspresi muka bingungmu, saat sinyal enggak ada di sana. Nah, tren yang sesuai dengan ilustrasi ini bernama Tren Cottagecore.

Tren ini mengusung tema balik ke asal (back to nature). Kata cottagecore ini diambil dari kata cottage yang artinya rumah pedesaan dan core yang artinya esensi atau inti. Jadi bisa kebayang ya, tren cottagecore ini konsepnya tentang kehidupan yang naturalis.

Lalu gimana sih nerapin tren gaya hidup cottagecore ini?

Ayam, Bunga, dan Aktifitas di Tempat Teduh Tanpa Sinyal 5G

Tren Cottagecore tanpa gadget
Tren Cottagecore tanpa gadget

Konsep cottagecore enggak selalu menyuruh kamu tinggal di pedesaan kok. Kehidupan dengan tren cottagecore lebih kaya seru-seruan sama kegiatan yang berbeda. Ya semacam dengan kehidupan ala-ala pedesaan dan bisa kamu terapin di mana saja termasuk.

Baca juga: Efek Hari Ulang Tahun-Terdengar Bahagia Tapi..

Seperti misalnya mulai berteman sama ayam tetangga yang siapa tahu bisa langsung menuruti omongan kamu; berteman sama bunga di jalan, yang kalau kamu semprot air malah kasih kamu kuncup bunga. Atau, bisa juga mulai berkenalan sama teman baru yang nyata dan enggak sebatas haha hihi menanyakan nomor WA. Dalam tren cottagecore, kamu ada di airplane mode untuk menciptakan rasa tenang di pedesaan khayalanmu.

Selain gaya hidup yang lebih tenang tanpa ribut masalah sinyal. Tren ini juga bisa kamu isi dengan masak makanan yang lebih sehat dan buat perutmu joget dangdut. Nah, untuk jenis makanan yang ada dalam gaya hidup ini biasanya adalah hasil dari kebun sendiri dan masakan yang dimasak lebih ke makanan rumahan. Lalu sebagai teman makanan kamu bisa menikmati segelas teh, susu atau minuman herbal hangat sambil duduk di beranda memandang ayam-ayam yang kamu gendong tadi.

Sudah kebayang belum, ciri-ciri dari gaya hidup dari konsep Cottagecore ini? Intinya ya, kamu merasa nyaman di rumah, terhubung dengan alam dan orang di sekitarmu, serta melakukan aktifitas sederhana yang kurang lebih mirip sama area pedesaan.

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa konsep cottagecore ini baru?

Tren Cottagecore untuk Hidup Serba Terburu-buru

Tren Cottagecore yang Back to Nature
Tren Cottagecore yang Back to Nature

Konsep/Gaya Hidup cottagecore ini meraih kepopulerannya di tahun-tahun 2010-an melalui platform seperti Instagram dan Tumblr. Konsep sederhana ini sering malang melintang di kolom Instagram kamu. Percaya enggak?

Baca juga: Fenomena Pemikiran Kelompok: Benarkah Harmoni Itu Indah?

Oke aku kasih contohnya kaya gaya hidup slow living atau kegiatan kreatifitas berupa DIY. Lalu juga ada konten-konten tentang seni bertema rustic atau vintage, juga sering berkaitan dengan kesederhanaan pedesaan lo. Konten-konten berjenis itu tentu enggak asing buat kamu ‘kan?

Di era yang serba buru-buru seperti sekarang, yang apa-apa harus dikerjakan secepat kilat, kadang buat kamu sering kehabisan nafas. Enggak ada salahnya juga sesekali kamu menerapkan pola/gaya hidup cottagecore ini. Ya, hitung-hitung untuk membantu paru-parumu mengambil banyak oksigen, sambil menggendong teman ayammu dan membiarkan matamu menjadi segar setelah cukup lama memandang layar gadget.

Cottagecore ini pun membuatmu jadi lebih menghargai hal-hal sederhana dan menjaga kesehatan mentalmu lo. Gaya hidup ini membuatmu merasa relaks di tengah tekanan pekerjaan sehari-hari. Dengan kedekatan dengan alam kamu bisa sedikit bergerak melambat dan merenung sambil menyesap teh hangat yang nyaman. Bukankah itu mimpi yang indah di tengah jaman yang menuntut ini itu?

Tapi, cottagecore ini enggak bakal bisa jadi nyata kalau ….

Invitasi dan Diskusi

Cottagecore itu hanya akan menjadi mimpi kalau kita tidak bisa merawat bumi yang menjadi tempat tinggal para ayam, bunga dan udara segar. Kita tidak harus kembali ke kampung halaman hanya untuk menerapkan pola hidup kembali ke alam kok. Kita bisa mulai dari mana aja dan menciptakan kisah kita sendiri. Entah dengan teman ayam, kelinci, burung, pohon atau bunga yang mulai tumbuh besar di pelukan kita. Tidak lupa dengan teh atau minuman herbal yang akan selalu hangat terhidang.

Jadi, daripada cuma mimpi, yuk kita mulai dengan menerapkan hal-hal seperti di bawah ini:

Baca juga: Jantungmu Bukan Hanya Milikmu, Apa Benar Gitu?

  1. Nyalakan mode pedesaan: Matikan gadget sejenak, keluar rumah, dan hirup udara segar. Piknik atau sekadar rebahan di halaman belakang juga enggak kalah seru dari scroll media sosial.
  2. Bukan cuma swipe, tapi juga sweep: Waktunya beres-beres, tapi dengan gaya cottagecore. Sapu halaman atau rumah sambil dengerin lagu favorit.
  3. Kaktus adopsi, bukan ponsel: Tak punya kaktus? Coba adopsi kaktus asli! Mereka enggak minta pulsa dan bisa jadi teman main yang enggak pernah tahu kata lemot.
  4. Lari nyaman, tapi enggak lari-lari: Jogging santai sambil melihat pemandangan alam itu ibarat main game, tapi tanpa perlengkapan khusus. Stamina dan mood naik, semuanya happy!
  5. Buat salad, bukan stalking: Makan makanan sehat buat tubuh, bukan makan emosi gara-gara lihat feed mantan. Eh …!
  6. Recycle sampah, tweet lama: jangan cuma me-recycle tweet lama, coba prakte mendaur ulang dengan kertasatau plastik bekas jadi kerajinan cantik. Bumi dan akunmu pun berterima kasih!
  7. Senam pagi bukan duduk sambil nge-tiktok: Senam pagi di bawah matahari terbit juga bikin segar dan tenang, plus, tak perlu ribut mengatur gaya untuk sorotan kamera!
  8. Diskusi kantor, pindah ke diskusi taman: sesekali ruang diskusi juga perlu diubah ke taman, siapa tahu mata dan otak bekerja lebih baik setelah lihat pepohonan daripada lihat warna putihnya tembok.

Delapan cara ini enggak cuma buat mood kamu happy, tapi bumi juga ikutan bahagia. Siapa dari kalian yang diam-diam sudah mewujudkan mimpi ala hidup di pedesaan ini? Boleh share dong tentang pengalaman dan tantangannya di kolom komentar. Eh, jangan lupa pakai bahasa yang sopan ya! Biar kamu punya jejak digital yang baik.

Source:
www.thespruce.com/cottagecore-design-style-5095952
www.nytimes.com/2020/03/10/style/cottagecore.html
www.cosmopolitan.co.id/article/read/9/2022/29395/intip-inspirasi-tren-cottagecore-gaya-berpakaian-ala-pedesaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

Post comment

Comment

menyenangkan ya kalo hidup tanpa gadget. gegara belakangan aku muak sama medsos, sempet berhenti beberapa hari. dan jadinya terlalu nyaman haha. males buat balik main medsos lagi tapi mau gimana lagi kerjaan berhubungan sama medsos hehe

Ketika saya pulang ke kampung rasanya segar banget fikiran, gak buka HP gak buka laptop. Buka HP pun kadang malam. Dan itupun gak ada beban sama sekali tapi ketika pulang ke kota haduh dikit-dikit harus buka HP dan laptop yang terkadang membuat lelah fikiran tapi demi kerjaan 🙂

Wah nggak terasa baca ini aku sampai jadi bayangin hidup ala pedesaan dengan gaya Cottagecore ini. Lebih aman dan tenang damai jiwa yaa gak pusing mikirin mau bikin feed apa di Instagram, hehe. Relate banget sama aku yg melakukan sesuatu dengan terburu-baru. Karena punya balita, jadi harus serba sat set. Bisa aku praktikan nih untuk lebih pelan-pelan.

Kalau emak-emak ini memang lo seringnya sat set, pake yang dikerjain 10 hal yang kecil-kecil. Meski begitu, perlu juga ambil nafas pas si dedek bobok, entah gegoleran (rebahan syantik) atau sekedar menikmati bunga di teras belakang itu udah lumayan membantu. Keep strong mamak hebat! 😀

Kurnia Agung Pamungkas

Aku pernah nih di sekitar tahun 2015 menerepkan pola hidup kayak gini karena memang merasa penat di kehidupan sehari-hari ditambah ada permasalahan yang bikin gak doyan makan. Hehe. Dan bisa dibilang works di aku. Cuma memang belum bisa sebagian besar menerapkan di kehidupan dan lingkungan sehari2. Masih pada taraf keluar beneran di alam terbuka, berinteraksi dengan berbagai flora dan fauna juga benar2 off in medsos bahkan gadget juga.

Bener kak, rasanya fresh kembali setelah berkunjung ke alam bebas. Meski baru bisa sedikit, tetep lo itu butuh effort besar buat tidak tergoda buka medsos.. hehehe…

6 Responses