Penulis : Dinda Pranata
Langit mendung dan aroma lembab menyeruak dari tanah coklat dan sedikit berkerikil di sebuah rumah pojok bergaya etnik. Dari dalam bata-bata bercat putih sebuah musik pengantar berita keluar dari speaker di dalam. Tampaknya musik itu membuat sebuah tanaman merambat bernama Binahong di teras rumah pojok itu menegakkan kepalanya. Seolah dia adalah anchor di hari yang mendung itu.
“Selamat pagi! Kembali lagi dengan saya Binahong di prakiraan tanah hari ini,” kata Binahong pagi itu.
Angin semilir menyambut suara binahong itu, yang sudah siap membawakan prakiraan kesehatan tanah hari itu. Sementara itu, daun-daun di sekitar binahong, ikut bergerak. Menyimak.
“Pagi ini cuaca terpantau berawan. Tapi sejak tiga bulan yang lalu, awan hanya menutupi langit, tanpa mau mengeluarkan tetes hujannya,” kata Binahong lagi. Sekali lagi tanaman bergerak seperti mengangguk. Setuju dengan kata-kata si tanaman itu.
“Meski hujan tampaknya masih belum mau turun. Ada beberapa hal yang akan terjadi di tanah rumah pojok ini,” katanya lagi. Sekali lagi suara musik pengantar intermeso keluar dari speaker di rumah itu, menjelaskan ada info yang tak kalah penting setelah ini.
Baca juga: Jamur yang Datang Untuk Mati Perlahan
Tanaman Binahong dan Prakiraan Tanah Hari Ini
“Matahari samar-samar terlihat di balik awan kelabu di timur, tetes air akan membasahi tanah yang cukup retak karena panas,” kata Binahong itu. Pucuk kepalanya bergerak perlahan membuat daun-daun ikut bergerak tak jauh dari sekitar tanaman hijau itu.
Wushh! Wush! Suara angin lembut membelai para daun-daun dan tanaman Frangipani yang berdiri tak jauh dari tanaman binahong. Bunga Frangipani yang berada di pucuk pohon, mengarahkan mahkota bunganya ke arah binahong yang sedang menyiarkan prakiraan tanah pada para tanaman. Mirip lampu sorot yang menggantikan matahari pagi itu.
“Namun tanah yang akan tertetes air hanya berlangsung selama beberapa menit ke depan. Sebelum butirannya kembali ke atas awan. Berkumpul dengan para pasukan tetes air di langit,” kata tanaman itu. Pucuknya kembali bergoyang.
“Sementara itu tanah di sudut pekarangan rumah pojok. Dekat dengan pembatas pagar berwarna putih, tampak kekurangan unsur kalium. Di bagian tenggara (tepat empat puluh lima derajat dari sisi timur) daun sedap malam di bagian paling atas terlihat menguning. Jika kita tak menambahkan pupuk dengan unsur potassium pada tanah di tenggara itu, dalam lima hari sejak hari ini daun sedap malam yang mulai tumbuh tidak akan bisa bertahan,” jelasnya lagi.
Tepat sebelum si Binahong ini melanjutkan prakiraan kondisi tanah hari itu. Srekk! Srekk! Gludak Gludak! Sebuah langkah kaki pelan dan sedikit berat menggetarkan lantai teras berwarna maroon di rumah pojok itu. Seorang gadis berusia tiga puluh tahun terlihat menyeret kakinya sambil membawa seember penuh air bekas cucian beras. “Waktunya mandi!” seru gadis itu.
Baca juga: Daun Bulat yang Tak Pernah Menjadi Koin
Musik dari Cozy List berjudul Blue Sky mengiringi pagi mendung itu. Diikuti oleh goyangan ria dari para tanaman dan juga Binahong itu.
“Prakiraan kondisi tanah di wilayah timur dan tenggara sesuai dengan prediksi. Lalu bagaimana dengan Update kondisi tanah di wilayah barat daya rumah pojok ini. Sesaat lagi kita akan tersambung dengan reporter Anredera cordifolia di barat daya,” kata si binahong.
Update Tanah di Wilayah Barat Daya Rumah Pojok

“Sesuai dengan prakiraan tanah beberapa menit yang lalu, kita akan tersambung dengan reporter Anredera cordifolia. Halo Anredera Cordifolia,” sapa si Binahong.
“Halo, selamat pagi. Saya Anredera Cordifolia siap melaporkan prakiraan tanah di sisi barat,” sahutnya.
“Bagaimana kondisi tanah di sana? apakah sudah basah pagi ini?” tanya si binahong lewat getaran akar yang terpendam di dalam tanah. Mirip sinyal parabola yang mengantar sinyal suara.
Baca juga: Penangkap Embun yang Tak Dikenal
“Terpantau pagi ini, tetes air cucian beras sudah mengguyur kami para tumbuhan di sisi barat dan barat daya sepuluh menit yang lalu. Namun tepat 225 derajat ke arah selatan, kondisi tanah cukup memperihatinkan. Selain kemarin tanah sempat retak akibat panas terik yang menghantam sisi barat, terpantau tanah kekurangan nutrisi nitrogen dan kalium. Terlihat beberapa daun pada tanaman cabe dan tomat terlihat kecoklatan pada ujung daunnya. Lalu, bunga yang sempat mekar minggu lalu kini terlihat rontok dan tak jadi berbuah,” jelas si reporter Anredera Cordifolia (teman satu spesies dari binahong).
“Wah, sayang sekali. Lalu, apakah itu berdampak juga pada pertumbuhan anda sendiri saudari Anredera Cordifolia?” tanya si Binahong.
“Ya, tentu saja. Saya bisa merasakan bagaimana tubuh saya tidak cukup kuat untuk menahan sinar matahari selama dua jam, meski pemilik rumah sudah menyirami dua kali dengan air tetesan dari AC,” jawab si Anredera Cordifolia. “Namun, saya bisa memantau bahwa pemilik rumah sudah menyiapkan beberapa galon pupuk cair organik yang tampaknya siap ia gunakan.” Hening sesaat.
“Pemilik rumah membuat pupuk sendiri. Terbuat dari sisa kulit pisang, air bekas cucian beras, molase dan kulit buah-buahan. Meski saya tidak bisa memastikan kapan pemilik rumah akan menggunakan pupuk cair itu, tapi aroma fermentasi yang masuk ke dalam pori-pori kulit saya mengatakan tidak akan lama lagi,” lanjut si reporter.
Angin berhembus pelan. Musik Blue Sky sudah berhenti berganti dengan musik Breaking News dari radio yang terputar di dalam rumah. Sebuah berita tersiar setelahnya.
Baca juga: Asisten Otak 47 Triliun, Tenun Mikro dan Storygraf-Crafter
Laporan Cuaca dan Prakiraan Kondisi Tanah per Awal September
“Prakiraan cuaca di kota Banyuwangi hujan dengan intensitas ringan pada pukul delapan pagi. Sementara itu di siang hari diperkirakan akan cerah berawan dengan kelembapan yang cukup tinggi,” kata suara pembaca berita cuaca dari stasiun radio.
“Terima kasih untuk laporannya rekan Anredera cordifolia,” ucap si binahong di sisi timur dari rumah pojok itu, “untuk malam hari akan diperkirakan tanah di segala sisi akan mengalami peningkatan kelembapan yang cukup signifikan dan sangat membantu para akar tanaman untuk bisa menyerap lembab di malam hari. Setelah kita mendengarkan prakiraan tanah di sisi barat dan barat daya, juga ramalan cuaca dari radio pemilik rumah pojok ini. Kita hanya berharap bahwa kondisi tanah di sisi tenggara dan barat daya bisa segera menunjukkan pemulihannya, sekaligus harapan hujan dari langit bisa lebih cepat datang.”
Sekali lagi angin yang membawa aroma petrichor merebak. “Sekian laporan prakiraan kondisi tanah hari ini. Salam kesegaran!” seru si tanaman binahong yang menutup binahong news di sesi prakiraan kondisi tanah hari itu.
Tak lama kemudian, Byur! Satu gayung berukuran 100 mililiter menggenangi tanah di atas tanah tanaman binahong. Wanita berusia awal tiga puluh tahun itu, menyiram tanah di atas akar para tanaman dengan pupuk organik cair yang ia buat sendiri. Aroma fermentasi asam dan manis menyeruak ke udara.
“Semoga kalian bisa tumbuh subur ya,” kata wanita itu sambil berjongkok di dekat tanaman binahong. “Harusnya sejak kemarin kuberi pupuk. Maaf ya, aku benar-benar lupa,” katanya lagi sambil membelai pucuk bunga binahong yang tegak berdiri di depannya, sebelum akhirnya menyiram beberapa tanaman di teras rumah pojok yang menghadap ke arah timur itu.
Baca juga: Godong yang Salah Nama
Source:
https://www.alodokter.com/manfaat-daun-binahong-yang-sayang-untuk-dilewatkan
Vivian-Smith, G., Lawson, B. E., Turnbull, I., & Downey, P. O. (2007). The biology of Australian weeds. 46. Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Plant Protection Quarterly, 22(1), 2-10.
Comment
dirumah kami pun ada tanaman binahong, tapi lebih ke fungsi biar kelihatan lebih hijau saja karena kanan kiri kami cukup gersang sehingga memberikan kesan tanaman rambat. Apalagi disaat hujan kelihatan segar sekali.
Tadi aku Googling lagi pengen lihat gambar binahong lebih jelas. Soalnya jujur ga pernah denger nama tumbuhan ini. Trus lihat foto2nya, mirip Ama daun sirih ya mba. Tapi ini bukan sirih yaa? Merambat juga soalnya. Apalagi mamaku dulu punya tanaman sirih, merambat, dan daunnya sering direbus, trus airnya diminum . Kayanya memang berkhasiat bagus buat badan. Tp jujur aku ga kuat Ama baunya yg tajam. Cuma ga tahu yaaa, itu termasuk binahong atau bukan 😅
Warna hijaunya bagus banget. Memang bikin suasana sekitar rumah jadi sejuk kalau ditanam tumbuhan ini. Dan dia mudah memulihkan tubuh nya sendiri, berarti perawatan juga ga susah yaa 👍👍
Bukan mbak, kalau sirih kan daunnya tipis dan lebar-lebar. Kalau binahong tuh daunnya bentuknya hati sekilas mirip sirih, tapi lebih tebel dan lebih kecil aja bentuknya. Kalau di rumah orang tuaku sering ditumis, tapi aku nggak pernah mau makan. Hehehe.. Aneh aja di lidahku. Tapi lumayan ampuh kalau daunnya ditumbuk jadi balurannya luka. Cepet kering lukanya. 😀
Tiba-tiba angin ingin memberi informasi ke tanah hari itu, perkiraaan cuaca tanah Jakarta bagian Selatan sedang lembab setelah diguyur hujan seperti badai dan disampaikan juga oleh angin dari Bali, kalau hari ini badai sedang mengamuk sehingga menyebabkan ruah air.
Lalu ingin sekali angin berbisik pada pemilik rumah, lain kali jangan lupa ya untuk menuangkan pupuk, rasa sedikit khawatir itu kadang tidak nyaman. Beruntungnya si i Anredera Cordifolia cukup peka akan adanya pupuk.
Akhirnya angin-pun cukup lega, paling tidak sementara para tanah sedikit bernafas dan semoga nanti terus semakin membaik.
Kirain Binahong dapat air hujan atau air siraman, ternyata dapat yang lebih mengenyangkan dan menyenangkan lagi yaitu air pupuk hehe. jadi keinget dulu pernah mengunjungi suatu desa di yogya yang warganya suka bikin pupuk cair gitu.
Sejak kecil sering denger binahong2 katanya buat menyembuhkan luka gitu. Cuma aku tu agak2 lupa bentuknya kek apaan. Lihat fotonya jadi keinget bentuknya. Kyknya dulu sering dipakai buat main pasar2an gitu ma temen masa kecil 😀
Ternyata dia punya fungsi untuk memperkirakan tanah deket dia kandungan nutrisinya cukup atau gak, subur atau gak, gitu ya mbak? Baru tahu aku hehe thx infonya 😀
Sering sekali ibuku menyebut-nyebut tanaman binahong ini. Tapi aku belum tau bentuknya seperti apa. Atau pernah lihat tapi nggak tau nama tanamannya 😅
Katanya bisa mempercepat penyembuhan luka ya. Tapi aku nggak ingat pernah pakai atau enggak.
Kyknya sejak jadi emak2 tu sring denger binahong. Sepertinya pernah denger pil binahong obat cina yang direkomendasikan ke ibu2 kalau habis operasi caesar supaya lukanya lekas kering apa ya.
Tapi sepertinya memang manfaat lain dari daunnya buat kesehatan banyak. Keknya juga udah banyak penelitian dan jurnal2nya.
Air beras itu bermanfaat sekali untuk tanaman ternyata yaa, bisa menyuburkan tanah dan tanaman sekaligus. Saya sering dengar sih tanaman binahong tapi belum tau persis juga kayak gimana tanamannya ini. Jadi googling nih kaya gimana bentuk dan warnanya.
konsep ceritanya unik dan imajinatif banget! Membaca dari sudut pandang tanaman bikin kita jadi lebih sadar kalau mereka juga ‘hidup’ dan punya interaksi satu sama lain, bahkan sampai bikin buletin berita segala. Salut sama penulisnya, Dinda Pranata, yang bisa merangkai cerita sederhana tentang tanaman dengan cara yang begitu menarik. Gaya penceritaannya yang santai dan detail juga bikin betah baca sampai akhir. Apalagi pas adegan “reporter” Binahong dan Anredera Cordifolia saling sambung laporan, itu kocak banget!
Binahong salah satu tanaman yang sangat oke banget. Nah, melalui artikel ini ku jadi makin kenalan sama binahong dan si pemilik tanaman persis kayak aku kalau nyiram tanaman, suka ku ajak ngobrol. Entah bilang selamat pagi, gimana kabarnya hari ini sampe minta maaf karena telat kasih nutrisi (pupuk organik). Yaampun sangat seru banget reportase dari sebuah halaman rumah yang dibawakan oleh para tanaman ini. Auto ngebayangin, jadi inget dulu ku suka bikin cerita bergambar yang karakternya dari tanaman dan ku namain antara nama latin, Indonesia dan Inggris. Lucu-lucu namanya, duh jadi kangen masa kreatif itu deh. Sekarang kayaknya kebanyakan mumet sama kemacetan 😆
Mbak, seriusan, kalau cerita-ceritamu tentang tanaman ini dibuat buku, kasih tau aku ya, aku pengen banget beli biar dibaca anak-anak juga. Pengen banget mereka cinta tumbuhan dan bisa merawat tanaman dengan cara yang menyenangkan.
Suka banget dengan gaya ceritanya yang sangat menarik nan memberi pengetahuan baru. Tapi pengen banget si pupuk organik dan air beras yang disiram ke tanaman itu ada gambar-gambar penyusunnya biar lebih kebayang.
iyaakk setujuuu!
semacam fiksi dengan tokoh utama makhluk hidup non-manusia
Selalu takjub dgn jalinan cerita dan personafikasi nya
binahong ini sering dijadiin bahan obat2an china
Kalau membicarakan binatang inget tetangga daku rahimahullah, beliau kerap kali memberitahu kakak daku soal tanaman binahong ang punya manfaat buat kesehatan. Uniknya, pas kebetulan ada di deket rumah, laaahh malah dakunya gak engeh dong kalau itu si binahong huhu
Baca cerita ini jadi ingat almarhum ibu yang hobi banget minum binahong saat sariawan/panas dalam. Misal ada kucing luka juga ditumbukin binahong ini, masyaallah ampuh loh bisa cepet kering lukanya. Btw, keren juga ide menulisnya mbak, jadi tahu nama-nama teman si binahong ^_^
Saya rasa-rasanya pernah dengar di mana ya. Tanaman Binahong. Lalu saya ingat pas nonton jejak di Gundul. Dia masak daun binahong yang banyak manfaatnya. Terus cucian beras itu Memnag pupuk organik alami. Jadi suburlah Binahong agar semakin memberi manfaat.
Wah.. keren tulisannya mba.. jadi tau tanaman binohang dengan cerita yang cukup bikin penasaran dan ingin baca terus.. dari tanaman binohang jadi cerita yang sangat unik dan menarik
Dulu ada bude yg pakai binahong kering sebagai salah satu jamu / pengobatan alternatif. Memang sudah banyak yg memakainya sebagai herbal ya. Jadi pengen menanam binahong juga di kebun belakang rumah.
Nah, iya bener binahong punya banyak manfaat termasuk dapat diandalkan untuk menutup luka di badan. Caranya mudah cukup di cuci bersih lalu di tumbuk dan di pokpok ke area luka, cepat kering lukanya.
Untuk jejamuan pun bisa diandalkan. Cakep ya, ada tanaman yang super manfaat gini cuss lah kita tanam di area rumah. Aku suka nanem Kunyit, jahe, tomat, sirih, dkk. Termasuk melati juga karena aromanya enak.
Akk baca percakapan mereka jadi ingat tanaman depan rumahku belum disiram! Memang sih kemarin hujan seharian tapi ada pot-pot yang tidak tersentuh hujan akk kasih annya mereka!
Jadi inget ibuku kalau bercerita tentang tanaman obat.
Tapi di rumah Ibu, gak hanya obat, tetapi tanaman hias dan tanaman buah juga ada. Beneran uda kaya hutan. Hihihi..
Meanwhile di rumahku gak seheboh di rumah Ibu.
Salah satu yang aku inget banget juga tanaman binahong ini.. tumbuh di halaman Ibuk.
Ternyataa.. banyak banget manfaatnyaa…mengobati berbagai jenis luka, mempercepat penyembuhan, mengatasi maag dan asam urat, membantu mengontrol diabetes, serta mencegah penyakit jantung dan ginjal.
Kereen yaah…
MashaAllaa~
Mbak, aku belum pernah lihat tanaman binahong sebelumnya tapi pernah dengar untuk pengobatan setelah operasi. Apakah ini tanaman binahong yang dimaksud itu ya?
Bener mbak, ini gambar sulur sama bunganya bihanong. Daunnya mirip daun sirih tapi lebih tebal dan kecil. 😀
Aku baru tau tanaman binahong ini hehehe. Kira kira kalau di daerah Jember bisa subur gak ya , jadi pengen nanem di halaman belakang
Binahong? Saya baru tau ada tanaman ini. Keren juga ya. Memang kalau kita melihat sesuatu di sekitar kita itu kayak… banyak tanaman/hewan yang bisa menjadi indikator kita dalam membaca alam. Sama seperti capung yang menjadi indikator bersih tidaknya udara di lingkungan itu.
Binahong juga seperti itu ya
binahong di halaman rumah saya juga sekarang sedang subur, kalau menumis kangkung, saya suka metikin daun binahong dan dicampur ke kangkung, enak juga lho, dan yang peting emang berkhasiat
Aku pernah pakai daun Binahong buat nyembuhin jerawat emang ampuh. Tapi giman kulit masing-masing sih kayaknya.
Menanam Binahong ya kak? Keren, apalagi untuk kota dengan kelembaban ideal seperti banyuwangi jelas tumbuh subur.
BTW ini bisa dimakan ya kak kalau ngga salah… dimasak tumis apa bobor gitu kan ya? Kalau dari sudut pandang cerita sih ini unik banget! Keren bisa ngeliat dunia dari sudut pandang tanaman Binahong. Ide “Binahong News” ini kreatif dan bikin kita sadar kalau ternyata di balik kesunyian tanaman, ada banyak drama dan cerita yang terjadi.
Kalau di rumah orang tuaku di tumis Kak Don. Kalau disayur model bobor saya nggak terlalu tahu. Cuma saya pribadi sih lebih suka dibuat jadi teh, rasanya jadi nggak aneh dilidah. Hehehe.. 😀
Daun Binahong ini sangat terkenal dan jadi buah bibir sekitar tahun 2000-an. Saya yang awam tumbuhan bahkan sampai tahu dan terkenang begini ‘kan? Yang saya ingat, prang-orang tatkala itu heboh menanam di rumah masing-masing sebab tergiur akan manfaatnya.
Lho iya kah? Saya malah baru tahu kalau Binahong ini sempet terkenal tahun 2000-an (Masa itu saya masih SD).. Hehehe..
Pantes sih, karena kuingat nenekku tuh juga nanem binahong ini di halamannya sekitaran tahun 2002 atau 2003-an gitu. Dan yang difoto itu, hasil ambil binahong dari rumah nenek yang sedang regenerasi setelah disayur sama kakakku. Wkwkwk.. 😀
Beberapa kali membaca manfaat tentang binahong. Saya sendiri belum pernah mencobanya. Tapi,cakep ya daunnya. Selain bermanfaat untuk kesehatah juga bisa untuk mempercantik halaman.
Prakiraan tanah seperti ini menarik karena bisa membantu masyarakat memahami kondisi lingkungan sekitar. Informasi semacam ini juga bermanfaat untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pertanian.
Ternyata nama ilmiah daun binahong cantik ya. “Anredera cordifolia” Bisa dijadikan nama tokoh fiksi loh hehe
34 Responses