Penulis : Dinda Pranata
Lampu-lampu dengan kilau keemasan di gerai ONELUXE jatuh lembut pada barisan jam mewah. Bolham emas itu tak pernah padam setiap jarum jamnya di angka sepuluh pagi hingga sepuluh malam. Pendaran cahanya membuat setiap permukaan logam berkilau seperti terpantul kembali ke matahari buatan di atas langit-langit itu.
Gerai itu menjejerkan jam tangan Rolex dalam etalase kaca dalam berbagai bentuk. Indah. Bernilai. Mirip seperti kita berjalan dalam sebuah galeri mini penuh coretan dari pelukis, yang namanya selalu ada dalam catatan sejarah. Langkahku berhenti di sudut paling ujung. Sudut dalam etalase kaca yang terlihat hidup, namun tetap diam menunggu pengunjung meliriknya.
Aku berhenti di depan etalase itu. Menundukkan tubuhku seperti memberi salam pada jam Rolex ori tahun 2017. Desir aneh terasa setiap kuperhatikan jarum detik bergerak. Ia tampak ingin memberitahuku sesuatu. Dan saat jarum berhenti di angka dua belas, segalanya terhenti. Mungkin menunggu.
Detik yang Menunggu Pulang

Detik itu membuat tubuhku melayang dan berputar. Tersedot dalam perputaran jarumnya. Ketika aku tersentak, aku tak lagi berdiri di tubuhku. Aku menjadi pemilik awal jam tangan rolex 2017.
Anehnya, segala pergerakan yang kulakukan tak bisa kukendalikan. Semua dalam kendali pemilik tubuh ini. Rasa-rasanya aku seperti mampir menjadi bagian dari kehidupan pemilik itu dengan jam berwarna metalik bertuliskan ROLEX OYSTER PERPETUAL di bawah angka dua belasnya. “Apakah kita mulai saja diskusinya?” tanya seorang pria di depanku. Pria dengan setelah jas yang tampak canggung.
Baca juga: Cemilan Pedas Khas Daerah yang Bikin Keringat Mengalir!
“Tunggu!” kataku, atau yang kumaksud adalah tubuh pria yang kupinjam ini. Matanya menatap detik itu seperti helaan nafas. Pelan. penuh ritme. Saat jarum panjangnya menyentuh angka dua belas dia berkata dengan tenang, “bagaimana dengan jumlah pembelian bulan ini?” Perlahan aku mendengar lebih banyak dari yang harusnya kuketahui.
Kukira pria itu gila. Bagaimana bisa ia selalu mengikuti berhentinya jarum detik ke angka dua belas untuk memulai sesuatu? Sebelum aku menanyakan itu pria di depannya itu bertanya padanya. Pria dengan setelan polo berwarna krem (yang tubuhnya kupinjam) ini menjawab, “seperti ritual kecil. Karena angka dua belas terlalu sabar untuk menunggu gilirannya dipilih.”
Deg! Kegilaan jawabannya itu membuat egoku terpukul. Namun, ego itu perlahan luruh seiring rentetan peristiwa yang membuat detik pada jam rolexnya itu membeku. Atau, barangkali tersesat.
Jam Tangan Rolex yang Detiknya Berlubang
Ritual jarum jam panjang itu perlahan bergeser. Mulanya satu komentar. “Selesaikan ini sebelum pukul lima sore!” seru atasannya. Lantas, membuatnya mempercepat ritme dalam satu hari. Berikutnya, menjadi dua hari, satu minggu, dua bulan hingga akhirnya jarum panjang tak pernah sampai ke angka dua belas.
Ritme geraknya semakin berantakan. Nafasnya selalu lebih cepat dari langkahnya sendiri. Terburu-buru. Seperti waktu hendak melahap dirinya bulat-bulat. Ia pada akhirnya melupakan dirinya dan jam tangan rolex itu tak pernah ia sentuh dari kotak beludru birunya. Jika saja jam itu bisa mengeluh, maka yang paling keras bicara justru angka dua belas, karena ia hanya menjadi lubang. Tak akan pernah dilewati.
Baca juga: Titik Pemasangan Camera CCTV di Area Stadion Fitness
Tek tek tek! Aku mendengar kaca terketuk, ketika aku menyadarinya perlahan sekelilingku menjadi warna merah. Jiwa beserta kenangan dari pemilik lama ini tersedot. Kembali ke dalam tubuhku sendiri. Kulitku meremang. Perlahan oksigen masuk ke paru-paruku.
“Apa anda mau mengambil jam ini?” kata pegawai berkaos lengan panjang itu. Rupanya ia yang mengetuk etalase kaca dan membawaku kembali ke dalam ONELUXE. Aku terdiam. Berdiri sembari menyeimbangkan gravitasi kakiku.
“Kami ada jam tangan rolex keluaran ter….,” kata-kata pegawai pria itu kupotong.
“Saya akan mengambil jam tangan yang ini.” Aku pada akhirnya memutuskan. Kutunjuk etalase kaca itu dengan telunjukku. Pegawai pria itu terdiam sejenak. Lalu, mengangguk dan mengambil kotak beludru singgasana si jam itu.
Sembari membungkus dan memasukkan sertifikat. Pegawai pria itu berkata lagi, “jam ini rupanya yang memanggil anda.”
Baca juga: 5 Manfaat dan Tujuan Transaksi Digital di Era Pembayaran Modern
Aku hanya menyunggingkan senyum. Tak benar-benar tahu maksud kata-katanya. Setelah jam tangan Rolex itu kuterima. Aku meninggalkan toko ONELUXE yang bagiku seperti toko keajaiban.
“Angka dua belas yang tak lagi berlubang,” gumamku.
Closing Senja Hari
Gimana nih gengs ceritanya! Ada nggak sih yang pernah tersihir oleh jam tangan atau benda di suatu tempat? Nah, sihirnya bikin kamu kayak merasa ‘klik’ sama benda itu. Bisa dong kalian berbagi cerita di kolom komentar. Eits! Tetap ya dengan bahasa yang sopan, semata-mata biar jejak digital kalian tetap bersih.
Have a nice day! Jya, mata ne
Comment
Pembahasan koleksi jam mewah ini menarik karena nggak cuma soal harga atau merk, tapi juga soal esensi dan value di baliknya. Cocok deh buat yang suka dunia horologi atau sekadar penasaran. Bismillah aku bisa beli rolex amin, hehe
terasa seperti mengintip karya seni yang sedang berdiam diri tetapi penuh wibawa. Setiap detail yang diceritakan membuat jam itu tidak hanya terlihat mewah tetapi juga punya karakter yang kuat. Suasana etalasenya pun kebayang seperti ruang yang membuat setiap jam tampak hidup dan bercerita. Setelah membaca artikel ini (walaupun harus berulang haha), rasanya mudah sekali memahami kenapa Rolex selalu dianggap simbol prestise dan ketepatan
Aku pernah ngalamin yg begini, tiba2 terpana dengan suatu barang, trus ga mau melirik barang lainnya, hanya barang itu ππππ. Jadi jujur aku percaya, bahwa ada benda yg memang memanggil pemiliknya. Semacam insting, feeling, begitu kita lihat, kita LGS tahu, itu harus jadi milik kita
Hal yg sama pernah terjadi pas aku lihat ada kucing kecil yg nyasar ke teras rumahku mba. Aku ga niat mau pelihara, toh kucingku udah 4 waktu itu . Tapi ntah kenapa, pas melihat kucing 1 ini, kayak ada cinta pandangan pertama. Ga pake mikir lama, langsung bawa dia masuk, mandiin, obatin, dan dia resmi jadi penghuni kucing indoor di rumahku π.
Rolex ini dulu aku sempet pengen punya. Beli utk kado suami. Tp ternyata suami ga terlalu suka brand ini, bukan Kenapa2. Tp lebih Krn, dia takut nyesek kalau sampai hilang π€£π€£π€£.
Detail jam jadi lebih berharga di sini
Bahkan jauh lebih berharga daripada berada di kotak kaca tanpa penjelasan
Cocok buat kado
Tapi lebih cocok dipakai untuk menghargai diri
Jam Rolex Memang sejak dulu sudah keren. Mutu dan kualitas prima yang membuat Jam tangan Rolex terus bertahan. Jam tangan Rolex Tidak hanya sekadar penanda waktu, aksesoris mewah dan elegan, tapi juga investasi di masa depan. Kalau di hadapan saya ada jam tangan Rolex, dijamin saya akan langsung tersepona. Eh terpesona hehehe.
Di tengah-tengah efisiensi penanda waktu di gawai, keberadaan jam tangan mewah seperti Rolex masih tetap di hati para pecintanya, karena ini bukan sekedar tentang penanda waktu, tapi ada pride di dalamnya, tentang kemewahan, elegan, dan wibawa si empunya
Kalimat ‘jam ini memanggil anda’ menyadarkanku, eh tulisannya selesai.
Larut pada kisah jarum Dua belas.
Aku mempercayai semua Hal dalam kehidupan ada ‘jodoh’ bermain didalamnya.
Jadi bisa jadi Rolex itu sudah merasa cukup menjadi pangeran di ONELUXE, Dan ingin melayani tuan barunya βΊοΈ
Aku sendiri biasanya soal tempat dan orang isting “klik”nya bermain. Kalau barang tidak terlalu on π«’
Pastinya jam tangan berkualitas memang kelihatan ya sesuatunya.
Foto jam tangan yang kedua, kayak berekspresi gitu jadinya. Gereget tapi kalau misalnya gak siap bisa bikin jumpscare pas tiba-tiba lihat posisi seperti itu hehe.
Akh menarik banget cerita klik dan terpaut sama jam tangan rolex nya. Aku nggak asing dengan situasi ini, beberapa kali pernah ngalami klik dan terpaut banget sama suatu benda dan rasanya magis banget, ada daya kuat ingin memiliki.
Aku pernah naksir sama jam tangan dan sepatu, beneran kebayang-bayang berhari-hari. Auto menempel di ingatan kalau benda tersebut sangat akan ciamik jika dipakai.
Jam tangan Rolex yang mba temui, benar-benar bikin terpikat. Sepertinya beberapa situasi akan bikin kita begini ya.
Jam tangan rolex itu emang keren ya. Harganya pun nggak main-main.
Ngomong-ngomong soal barang yang bikin kaya tersihir kayanya pernah. Tapi tetap biasanya lihat-lihat yang lain dulu walaupuj akhirnya balik ke barang itu lagi. Kaya nggak ada yg lebih menarik dari yang itu.
Adaa banget, salah satunya tas. Kayak pas lewat dan ngeliat tas itu langsung ngerasa klik dan ngerasa bagus banget.
Sampai sekarang beberapa benda yang aku beli selalu karena ‘klik’ itu. Soalnya ada aja benda yang aku cari, tapi kalau memang kurang sreg, ya kayak gak enak dan kalau jadi beli, pasti bakal ada aja kurangnya. Gitu lah, perasaan ‘klik’ itu harus ada dulu sebelum memutuskan beli sesuatu (terutama yang harganya lumayan melebih kata terjangkau ya, ihihi)
Jam tangan memang bagi sebagian orang merupakan salah satu aksesoris yang bisa mempercantik penampilan dan juga pastinya berfungsi untuk mengingatkan kita akan waktu sehari-hari
aduh teteh aku ini lagi kepikran ingin jam digital , aku baca cerita tth jadi ya Allah beneran ingin jam itu mudahkan ya Allah , bukan karena fomo tapi emg jam ini tuh aku bangeut ah teteh mah aku kepikiran lagi hikss
Fungsi jam sebenarnya sama ya kak, utk melihat waktu. Tapi ketika melihat jam tangan mewah kyk Rolex ini, kita bakal tersihir dgn tampilannya yang memukau. Yang pake berasa jadi kyk org kaya, mirip aktor ternama.
Jam tangan Rolex memang memiliki daya tarik membuat seseorang merasa udah kyk sultan kalau memakainya haha.
Tapi emang sebaiknya membelinya di toko yang terpercaya supaya tidak kena penipuan ya, apalagi kalau pengetahuannya soal jam tangan sebenarnya minim.
Buat kolektor, jam tangan seperti ini juga bisa dijadikan aset apalagi kalau koleksinya terbatas/ langka, biasanya ada aja nanti yang mau beli, yang jelas bukan dari kaum mendang-mending kek aku xixixi π
Selalu ada yang unik dari sebuah koleksi jam tangan mewah yaa..
Bukan hanya modelnya, tapii seakan mereka bisa menemukan “pasangan” yang tepat untuk dipasangkan ke pergelangan tangan seseorang.
Oneluxe menjadi andalan ketika ingin bertemu tambatan hati.. eh, tambatan tangan.
Aduh aku pusiing.. hihihi..
Walau belum berasa butuh sekarang tapi daku jadi kebayang kalau suatu hari punya satu, bukan buat gaya, tapi kaya punya besti mungil yang nemenin kita untuk sama sama menyaksikan waktu yang berlalu. kiiiwww
Seperti biasa, aku selalu terhanyut dalam cerita, kali ini cerita tentang jam tangan. Sepertinya dia sudah menemukan pemiliknya yang tepat tanpa ragu dia meninggalkan singgasana beludrunya yang selama ini menambah keanggunan nya
Hihihi suka gitu yaa, barang kalau udah jodoh akan menarik pembelinya sendiri. Kadang tu udah dituju ya, trus masih mau muter2, hasilnya setelah muter yaa balik lagi ke produk itu dan mulai yakin buat membelinya =))
Pantas jam tangannya luar biasa mahal, modelnya indah, bahannya spesial dan dibuat dengan tangan para ahli puluhan bahkan ratusan jam yaa..
kualitas jam tangan Rolex nggak perlu diragukan lagi, ada harga tinggi yang konsumen bayarkan, maka kualitasnya juga nggak main-main
aku sendiri pernah mengalami kejadian “klik” akan suatu benda di toko, pertama memang nggak langsung beli, butuh waktu berminggu-minggu atau bulanan untuk memutuskan membeli barang tersebut atau nggak.
Tapi kalau udah terlalu sering kepikiran, kadang besoknya aku balik lagi ke toko itu buat beli π
Jadi teringat jam tangan rolex hadiah dari majikan, saya ganti batere eh sama tukang jam nya itu dalemannya malah ditukar sama yg jelek. Akhirnya rusak lah… Tapi semakin kesini tukang jam nya itu juga bangkrut
Mungkin emang gak amanah hehehe
Saya tersihir dengan merk arlojinya yang sangat melegenda dan menjadi salahsatu incaran aksesoris tubuh yang menambah daya tarik tampilan.
Sepertinya saya tidak pernah mengalami terpikat erat pada sebuah benda sehingga sama sekali tak mau berpaling … Hmmm. Sepertinya begitu, sih. ππ
Sering aku terpincut dengan benda di lokasi-lokasi tertentu. Yang paling aku inget, dulu waktu kecil, ada toko sepatu baru di kota kecilku. Aku setiap pulang sekolah lewat ke depan toko itu. Aku pandangi sepatu-sepatu cantik yang dipajang di bagian depan etalase kaca. Dalam hatiku, aku harus bisa miliki salah satu sepatu yang dipajang di sana. Alhamdulillah, setelah beberapa waktu, mungkin 3-4 bulanan, akhirnya bisa dibeliin sepatu di sana π
Sepertinya saya gak terlalu sering merasa βklikβ sama benda tertentu yang sampai bikin tersihir. Hanya beberapa kali memang mengalami, misalnya sudah mencari beberapa alternatif lain tapi akhirnya pilihannya jatuh pada benda yang dilihat pertama kali.
Jam tangan itu seolah menyimpan jiwa dan penyesalan tentang waktu yang terbuang. Keputusan untuk mengambil jam itu terasa seperti sebuah penebusan, mengembalikan arti pada “lubang” di angka dua belas. Semoga kini ia bisa berdetak dengan ritme yang penuh kesadaran di pergelangan tangan. Setuju, benda bisa memanggil!
Terkadang, memang bisa bikin terpana ketika melihat suatu barang di etalase. Kemudian timbul dorongan untuk membeli. Kalau pun belum jadi membeli saat itu, bakal kepikiran terus. Ya, mungkin seperti itulah ketika tokoh di cerita ini melihat Rolex yang disuka, ya
Jam tangan itu menurutku satu-satunya aksesoris yang menunjukan cara berifikir kita.
Entah kenapa jam tangan itu lebih menunjukan value daripada gelang atau aksesoris lainnya..
Wajar aja ada orang berivestasi lewat jam tangan.. pun jam tangan dengan brand mahal juga punya tempatnya sendiri yang istimewa
Mendengar merknya Rolex, sudah membuatku deg-degan nih karena memang dari segi harga kita semua tahu bahwa jam tangan ini tidak murah. Tapi memang bagi orang-orang yang pecinta jam tangan, bisa jadi tidak pernah melihat jenis atau harga. Begitu sudah suka, maka tak ragu untuk beli
Ulasan ini sangat bermanfaat bagi penggemar jam tangan, karena menjelaskan pengalaman menyimpan Rolex dengan gaya dan keamanan maksimal.
Jam Rolex di kotak kaca itu vibes-nya bukan sekadar mewah, tapi simbol prestasi. Kayak pengingat perjalanan dan pencapaian seseorang
Pertanyaan yang menarik. Saya pribadi sudah tidak terlalu tersihir oleh benda-benda mewah, tapi justru itu yang saya nikmati dari tulisan ini. Gaya fiksinya membuat jam tangan di kotak kaca terasa hidup sebagai simbol, bukan sekadar produk. Dan menurut saya, pendekatan seperti ini terasa lebih segar dibanding ulasan produk biasa.
Rolex nih jam tangan yang mewah banget ya. Nggak semua orang mau dan mampu membelinya. Selain itu, nggak semudah itu juga bisa mencarinya.
Kalaupun ada, kita mungkin akan khawatir soal jam tangannya original atau kw.
Makanya, belinya di tempat yang sudah terpercaya dengan originalitas barangnya saja
Menunggu adegan diriku membeli Rolex di kehidupan nyata. Tapi ntah kenapa aku merasa jam tangan Rolex itu buat para pria, tapi sebenarnya pasti ada koleksi untuk wanita kan?
gaya penulisannya puitis banget kak! review jam tangan rolex jadi terasa seperti membaca cerita pendek yang penuh makna tentang waktu
Kapan ya bisa kebeli Rolex? Hahaha
Dari desaiinnya memang cakep dan mewah. Makanya jadi pilihan banyak orang buat investasi juga. Btw, pernah juga tersihir sama barang sampai lihat terus, gak pindah-pindah
Mau mbaaak jam nya 1 aja π, kereen banget jam tangannya niih. Emang yaa harga sebanding dengan kualitas. Itu sih gak diragukan lagi.
Kalau yang bikin terpana itu ROLEX sih wajarrrr banget.. kwkwkwkwk… Aku juga gak nolak kalau mata fokus ke brand arloji ini, secara pakai ROLEX di pergelangan tangan bakal bikin banyak orang gantian terpana denganku. *eeeaaa π€
Pemilik toko sempat terdiam sejenak mungkin sudah pernah mengalami sebelumnya ya..
Pembeli seolah terkesima langsung dengan satu jam tangan sejak awal.
Pesona Rolex memang ga bisa ditawar.
Kayanyaaa.. akutu kudu pulang dulu kalo jatuh cinta sama barang.
Kalo kepikiran teruuss, nah.. pertanda niih..
Hhihihi.. tapi pingin juga nih main ke ONELUXE. Pasti banyak yang bikin jatuh cinta yaa..
Aku juga kalau mampir ke toko jam tangan itu suka banget mandangin berbagai koleksi yang dipasang. Apalagi kalau jam tangannya yang mahal suka banget mandangin sambil dishalawatin
Sampai detik ini, di bayanganku, ROLEX masih menjadi top of mind kalau ditanya soal jam tangan mewah. But yeah, di balik “harganya yang mewah”, memang selalu ada value dan cerita yang lebih berharga ketimbang harga itu sendiri.
Jamnya cakep banget ya. Membayangkan bisa pakai jam ini hihihi
Luar biasaaa Rolex ini bukan cuma simbol kemewahan prestisius tapi juga ada makna value yang makin diperjelas kalau diceritakan seperti ini.
Tapi bener banget kalau barang begini biasanya punya sentuhan karya seni yang unik bisa ‘menyergap’ pandangan dan hati kita gituuu…karena jatuhnya selera dan pilihan hati makanya bagaimanapun modelnya selalu ada konsumennya.
45 Responses