Home / Brand Partner

Sebuah Ruang untuk Van Cleef & Arpels di Bingkai ReLuxe

Senjahari.com - 04/02/2026

reluxe

Penulis : Dinda Pranata

Krek krek!

Suara tonggeret benar-benar bising pagi itu. Mungkin mereka sedang mengeluh, perkara hujan di tepi pagi sudah reda. Hanya menyisakan mendung yang menggelantung.

Kopi panas masih menguap, ketika aku berjalan memasuki kamar yang sekarang sudah kosong. Agaknya terlalu lama kubiarkan kosong dan tak berantakan. Diam-diam kubuka lemari kayu yang masih basah karena pelitur. Entah mengapa aku rindu membuka lemari itu, meski kemarin sudah kubuka berkali-kali hanya untuk membuatnya tampak seperti baru.

Aroma lemarinya masih sama sebelum kamar itu ditinggalkan. Tanganku kemudian terhenti di laci kaca dalam lemari. Memandang benda panjang berwarna emas sepanjang kurang lebih delapan belas senti itu. “Apa aku terlalu menyayangi Van Cleef & Arpels?” tanyaku lirih. Kilau mata di gelang itu seolah meminta sesuatu dariku.

Van Cleef & Arpels dalam Kisah Tak Mencoloknya

“Terlalu mencolok,” kataku di ruang makan. Dia duduk di sampingku sambil telunjuknya terus menggulirkan tetikus di samping kanannya.

Baca juga: PREOWNEDWATCH-ID Lebih Setia dari Mantan Tukang Ghosting

“Kalau yang ini gimana?” tanyanya. Telunjuknya beralih dari tetikus ke arah layar. Menunjuk sebuah gelang dengan banyak juntaian sepanjang gelangnya. Aku masih menggeleng.

Jarinya menggulir lagi. Namun dari semua pilihannya tak ada yang sesuai dengan keinginanku. “Pilih gelang saja kok repot. Lantas mau yang seperti apa?” tanyanya. Aku melingkarkan tanganku pada lengannya. Kutahu dia kesal. “Aku tidak suka perhiasan yang mencolok. Cukup satu permata di tengah atau kalau permatanya banyak tidak perlu ramai,” jawabku sambil kepalaku kusandarkan pada bahu kokohnya.

“Tapi untuk acara malam, itu sepadan,” katanya. Masih berusaha merayuku mengganti pilihanku. Aku menggeleng. “Cukup sepadan dengan kau yang melihatku,” kataku lagi. Ia mendesah. Berusaha mengalah. Namun di tengah guliran tetikusnya, “stop!” kataku. Aku terduduk tegak.

“Ini!” aku menunjuk sebuah model gelang emas. “ini yang aku mau,” kataku kemudian. Ia membaca tulisan kecil di bawah gambar. “Van Cleef & Arpels. Terlalu sederhana,” katanya. Aku menatapnya penuh harap. Ia tahu, lebih tahu, ketika keras kepalaku membentur kepalanya. Maka tak ada pilihan lain selain mengangguk.

Ketika kusentuh gelang ini untuk ketiga kalinya di pagi itu. Entah mengapa justru kisah tak mencolok darinya yang teringat. Bukan kisah mewah ketika gelang itu menemani balutan gaun putih yang menutupi seluruh tubuhku. “Rupanya aku terlalu menawan Van Cleef & Arpels di sini,” kataku yang masih menyentuh petal bunga mungil dari gelang keemasan itu. Seperti ingin menahan tapi juga ingin melepaskan.

Baca juga: Diper-SIM-pangan antara Hidup dan Mati! Harus Bagaimana?

Di Jakarta Sebelum Senja

Riuh jalan terdengar samar di lantai delapan Blok M. Kakiku melangkah ke sebuah toko di lantai delapan Blok M. Tulisan ReLuxe, di atas kaca pintunya tidak mencolok.

“Selamat datang,” sapa seorang wanita dengan pakaian casual. Celana hitam dan baju blouse berwarna krem.

“Saya Andin, yang tadi menelepon,” kataku. Perempuan itu (yang agaknya adalah salah satu pegawai di sana) mengajakku duduk di sofa tengah ruangan. Aku menyerahkan kotak karton jinjing berwarna putih. “Saya mau meletakkan ini di sini,” kataku. Aku tahu kata itu terasa kelu di bibirku. Rasanya seperti meletakkan sesuatu yang tak bisa kau ambil kembali.

Perempuan itu menatapku lurus, tersenyum dan membuka tas jinjing kertas itu dengan hati-hati. Dengan sarung tangan putih di tangannya, ia menyentuh Van Cleef bracelet itu dengan hati-hati. Aku menatap gelang itu dan sesekali tanganku yang di atas lutut ikut bergetar.

Van Cleef Arpels Reluxe
Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond Bracelet. Source: reluxe.id

“Semuanya asli,” kata perempuan berambut panjang itu. Membelah sunyi. “Sertifikat ada dan kondisi barangnya juga bagus. Sudah berapa kali dipakai?” tanyanya padaku.

Baca juga: Tipping Etiquette for Villa Staff During Month Long Stays

“Sekitar dua kali saja,” jawabku singkat. Aku menghindari kontak mata dengan perempuan di depanku. Dari sudut mataku kubisa melihat ia tersenyum. “Apa ada yang mengganjal Anda? Tampaknya Anda sangat menyayangi gelang ini,” katanya kemudian.

Binggo! Pertanyaan itu terasa sangat menghantam diriku. “Hmmm, tidak juga,” elakku.

“Setiap pelanggan yang meletakkan benda-benda termahalnya di sini hampir seperti Anda,” katanya, “seperti ingin mempertahankan tapi tidak punya cukup ruangnya.” Terlalu lama ia di dalam sana. Terlalu banyak yang gelang itu saksikan, gumamku dalam hati.

“Tapi jika barang ini terlalu lama tersimpan. Ia tak bisa bernafas,” imbuhnya. “di ReLuxe, kadang benda itu menemukan ruangnya sendiri.”

Sebelum melangkah keluar, aku menatap gelang itu sekali lagi yang ada di dalam kotak. Seperti doa yang akan mengantarkan benda itu pada pemilik baru yang lebih baik dariku.

Baca juga: Drama Pajak Kosan di Hari Minggu Pagi

Untuk Benda-benda yang Cantik yang Mencari Ruang

Hujan mengetuk-ngetuk kaca jendela. Langit malam seperti membersamaiku duduk di depan laci lemari yang kubuka pagi itu. Kukira kekosongan kamar yang sudah terlalu lama tak berantakan, akan berakhir dramatis dengan erangan kesakitan.

Entah mengapa duduk di atas lantai keramik di depan lemari yang terbuka, bisa senyaman ini. Terlebih di kamar yang hampir-hampir jarang kumasuki lagi karena terlalu penuh dengan kekosongan. Kubuka laptop dan berselancar membuka alamat website ReLuxe. Aku menemukan nama: Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond Bracelet. Cantik dalam ruangan itu.

“Agaknya benar. Barang itu akan tetap cantik jika punya ruang untuk bersinar,” kataku. Aku menatap langit-langit kamar itu. Masih sama.

Seperti angin yang lewat. Suara dia bertiup di telinga, “sama sepertimu. Tidak mencolok tapi tetap hidup dalam makna.”

Aku menoleh ke sisi kananku. Ruang makan tetap kosong.

Baca juga: Laptop AI 2025 Asus yang Bilang "AI Love You"

Closing by Senja Hari

Ada yang punya pengalaman melepaskan benda kesayangan dan terasa berat? Atau pernah beli sesuatu karena bukan karena mahalnya, tapi karena cerita-cerita dari benda itu? Bisa dong berbagi di kolom komentar tentang pengalamannya.

Eits, tetep dengan bahasa yang sopan ya. Semata-mata biar jejak digital kalian tetap bersih.

Have a nice day!

Jya, mata ne~

Tinggalkan Balasan ke Lala Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

Post comment

Comment

Perhiasan yang wah dan terjaga dengan baik sebagai pilihan untuk pelanggan di ReLuxe.
Sesuatu yang terbilang bukan hal yang mudah ya untuk melepaskan sesuatu yang pernah melekat dan dekat dengan diri.
Namun, bila memang sudah waktunya untuk berpisah, maka pilihlah tempat yang baik untuk menyimpannya

Lhaaaa kukira dimana tokonya, ternyata ada di Blok M ya. Cusss.. melipir kalo pas abis dapet THR, hehehehe.
Untuk sebuah perhiasan, desain reluxe ini memang mevvah banget ya mbak Dinda. Sangat menggambarkan sebuah eksklusivitas, dan elite vibes. Moga aja nanti ada rezeki, bisa untuk investasi juga di kondisi ekonomis serba tak pasti macem sekarang.

Yang masih kuingat berat melepas benda itu baju bayi anak sih. Pasti ada aku simpan satu buat kenang-kenangan hehehe…

Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond cantik banget ya. Sederhana tapi elegan. Suka banget sama modelnya.

ReLuxe cocok nih buat jual beli barang mewah second. Barang mewah memang harus datang di tempat yang terpercaya.

Wow ternyata tokonya ada di Blok M Plaza ya mbak 😀
Idem mbak kalau buat perhiasan yang dipakai nggak mau terlalu mencolok, lebih suka yang rantai tipis aja dengan liontin seuprit juga 😀
Ternyata menerima dan menjual perhiasan second hand gitu ya? Aku baru tahu ini lho.
Aku jadi iseng2 buka website-nya juga. Kalau beli di sini ini terjamin asli karena sepertinya terkurasi dengan baik ya 😀

Van Cleef & Arpels dalam tulisan Mbak Dinda ini terasa sebagai benda yang hidup, bukan sekadar perhiasan. Nilainya bukan cuma pada materialnya, tapi pada perjalanan, kenangan, dan keputusan untuk merelakannya agar menemukan ruang baru. Aku suka membaca sudut pandang seperti ini.

Pernah ngalami betapa sulit melepas satu benda yang saya sayangi, mbak tetapi sadar kalau digenggam pun belum tentu baik. Rasanya tuh nano-nano, sulit dituliskan. Begitulah manusia kalau merasa memiliki kebangetan ya hehehe.

Kalau beli barang base on story di baliknya, jarang sih. Karena aku sering beli apakah butuh atau tidak.

ReLuxe ini tempat istimewa, dimana barang kesayangan mbak pun, akan mendapatkan ruang spesial. Ruang bernafas dan bisa lebih bersinar pastinya.

Apapun yang akan pergi akan tetap pergi sehebat apapun mencintainya. Februari 2026 ini banyak barang kesayanganku perlu lepas. Selain memang lama tidak di sentuh, perlu ruang untuk yang baru. Konon katanya, jika ada yang baru, yang lama perlu di lepaskan. Jangan terlalu serakah. Aku sangat setuju dengan kalimat itu. Beruntungnya memiliki prinsip, terlepas bukan berarti tidak mencintainya. Semoga barang-barang kesayangan bertemu tuannya yang mencintainya.

Aku langsung berharap juga semoga koleksi Van Cleef & Arpels, Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond Bracelet nanti bisa menemukanku. Siap dengan segala padaku untuk mencintainya dengan utuh.

Hmmm jadi pengen beli ini, heehe. Lumayan bakalan ku jadikan koleksi atau mungkin hadiah untuk kesayangan 😃

Hendra Suhendra

Memang sih, ketika kita meninggalkan benda kesayangan yang jelas-jelas punya banyak kenangan, pastinya akan terasa berat untuk melepaskannya. Namun kalau sudah terpaksa untuk melepasnya, apa mau dikata. Kalo saya sih sepertinya belum ada cerita khusus ketika melepaskan benda kesayangan, hehehe…

Nice story Kak

Yaaa ibaratnya kita ma barang tu ada jodohnya. Kalau terpaksa banget dilepas, baik dijual lagi atau dibuang, berarti takdirnya/ jodohnya udah habis sama kita.
Kalau emang berharga seperti perhiasan bisa nih dijual melalui ReLuxe, siapa tahu dapat harga bagus, lalu perhiasan kita bisa dirawat oleh orang yang emang suka ya.

Menarik banget ngelihat bagaimana perhiasan bisa dibaca sebagai simbol, bukan sekadar barang mewah. Aku jadi mikir kalau kemewahan itu bukan cuma soal harga, tapi juga cerita, sejarah, dan nilai yang dibawa di baliknya

Bambang Irwanto

Saya baru saja membaca blog Mas Didik yang menampilkan perhiasan sama hanya beda modal. Dan ternyata modelnya cantik-cantik semua ya. Simpel tapi elegan dan berkelas. Yang pakai jadi terlihat anggun. Dan ternyata tokonya ada di Blok M. Yang pengin beli bisa segera ke sana tuh, jadi bisa bebas pilih model perhiasan yang sesuai si hati.

Istiana Sutanti

Gimana gak berat ya mbak. Desain perhiasan Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond Bracelet ini emang cantik banget. Dibilang sederhana, bisa juga, tapi tetap terlihat mewah dan elegannya.

Tapi bener lah, kalau disalurkan ke tempat yang kredibel kayak ReLuxe, rasanya lebih tenang karena tau barangnya bakal dapet ‘rumah’ baru yang lebih dari sekedar layak. Tapi bisa menghargai dan betul-betul menonjolkan segala kelebihan perhiasan itu.

Semoga dia bahagia di tangan pemilik barunya nanti ya!

Wah saya kaget ternyata toko yang menjual perhiasan brand ini ada juga ya di Indonesia. ReLuxe bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan berbagai perhiasan cantik dan juga legendaris jadi tidak perlu keluar negeri karena sudah bisa dibeli di sini

Dia, Van Cleef bracelet yang kita lepaskan mudah-mudahan kelak mendapatkan ruang yang sama menyayanginya seperti kita dulu. Bukan ingin melepaskan, namun kadang situasi dan kondisi yang memaksa kita demikian. Bukan juga membuang, namun memberikan kesempatan yang lain agar merasakan rasa nyaman dan bahkan kemewahan

Memang menyesakkan ya kalau harus melepas benda kesayangan yang berharga.. apa lagi seperti perhiasan Van Cleef yang cantik dan sulit ditemukan.. tapi hidup terus berjalan…

Masya Allah dari design nya itu cantik cantik warna rose gold tuh wah bangeut tapi enak di dilihat
Van Cleef & Arpels yang pernah aku baca punya cerita dan sejarah tersendiri

Biar kita dipandang mewah, emg perlu perhiasan indah. Emg manusia haus ama validasi. Jadi sesekali boleh dong memanjakan diri dgn perhiasan mewah, kyk Van Cleef & Arpels ini. Perhiasan mewah khas Prancis yang kini bisa disaksikan dan dibeli dgn mudah di ReLuxe. Atau mampir ke showroomnya di Blok M. Smg kita dimudahkan rezekinya utk bisa membeli perhiasan mewah Van Cleef & Arpels ini ya kak.

Ternyata lebih terjangkau jadinya kalau beli preloved di Reluxe ya Mba. Bisa banget jadi pilihan pecinta perhiasan mewah. Apa lagi terima trade in yang pasti aman terpercaya ya?

Heni Hikmayani Fauzia

Saya mau mbak Dinda satu aja kalungnya hehehehe,,,bagus banget. Desainnya menarik dan elegan. DIpakai siapapun pantas aja yaa

Jujurly belum pernah mempunyai kemelekatan pada suatu benda, hanya rasa suka saja, setidaknya dia bisa bermanfaat digunakan orang lain daripada tidak digunakan olehku. Dia bisa tetap anggun karena memiliki ruang bukan

Jujur aku pun kalau mau jual koleksi emas tuh mikir-mikir banget karena pengennya Itu disimpan terus ya tapi memang kadang ada masanya kita harus merelakan perhiasan kita untuk hal-hal yang lebih penting.

Dian Restu Agustina

Wah, sama seperti yang ada di cerita, aku juga tidak suka perhiasan mencolok. Senang yang simpel saja seperti Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond Bracelet yang ditampilkan. Sederhana tapi elegan..
Pengalaman melepaskan benda kesayangan, salah satunya saat harus melepas motor yang dibeli dari hasil keringat sendiri dari hasil pertama kerja. Baru dua tahun dimiliki tapi mesti dijual karena mesti pindah dari Bali, nikah dan ikut suami. Hiks, Nyesek rasanya waktu ituuuu

Cara pemilihan penulisannya sangat lain dan memberi inspirasi ide untuk mencobanya. Keren dan saya wajib belajar dalam gaya menulis seperti ini.

Berat sih ya melepas benda kesayangan, tapi setidaknya kalaupun harus dilepas udah tau harus ke mana. Kayaknya aku pernah lewatin tokonya deh. Mini Frivole Pave 18K Rose Gold Diamond Bracelet-nya cantik banget… desainnya simple tapi elegan!

Biasanya barang yang penuh kenangna sangat sulit untuk dilepas. Kalau pun suatu saat harus dilepas, harapannya menemukan tempat yang nyaman dan menyayangi benda tersebut.

Setuju sekali mbak. Memang melepaskan benda kesayangan itu aduh, beneran menantang banget. Tetapi kita manusia tak boleh egois, apalagi benda kesayangan kita akan lebih optimal di tempat yang tepat ya.

Agustina Purwantini

Melepaskan benda kesayangsn memang berat, tapi terkadang kita mesti melakukannya. Jadi sepengalamanku, yang pertama kali dilakukan adalah menghilangkan rasa kemelekatan terhadapnya.

Melepas sebuah benda yang pernah jadi kesukaan memang nggak mudah ya, Kak. Pastinya ketika mendapati benda itu ada di dekat kita tapi nggak terpakai, ada perasaan tersendiri. Sementara, setelah benda itu dilepas agar bisa bersinar di tempat yang baru, definisi rasanya berbeda lagi.

By the way, suka deh sama gaya berceritamu, Kak.

Keduanya pernah aku alami, melepaskan benda yang sangat aku sayangi karena kondisinya emang nggak memungkinkan. Kemudian membeli satu barang karena nilai histori yang sangat menyentuh sekali.

ReLuxe Indonesia ini beneran keren sih. Bahkan pegawainya pun sangat peka sekali. Memahami keresahan mu mbak. Salut, ini pelayanan sangat all out dan nyaman. Produknya pun emang berkelas sekali.

Andri Marza Akhda

Perhiasan seperti ini memang bukan sekadar aksesori, tapi juga punya nilai emosional dan investasi yang kuat. Menarik juga ada platform seperti ReLuxe yang memberi opsi lebih aman saat ingin melepas koleksi luxury.

Kalo aku tipikal org yg kudu mikir berkali2 utk beli2 barang mahal haha walau katanya ada banyak makna sejarahnya dll.. so utk melepas barang2 kesayangan jg pastinya berat & kudu mikir beratus kali hihihi

Foto-fotonya sangat memanjakan mata dan penjelasan mengenai investasi barang mewah di platform terpercaya seperti ReLuxe benar-benar memberikan perspektif baru bagi saya yang ingin mulai mengoleksi perhiasan mewah.

33 Responses